BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah kondisi negaranya yang masih dilanda peperangan, seorang mahasiswa asal Palestina, Mahmoud Ghassan Abdallah Alagh, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), resmi diwisuda pada Senin (13/4/2026) pada Wisuda Sesi I UNJ Tahun Akademik 2025/2026.
Mahmoud pertama kali datang ke Indonesia sekitar awal 2024. Ia membawa surat rekomendasi dari Kedutaan Besar Palestina, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kampus. Rektor bersama Wakil Rektor bidang kerja sama akhirnya memberi izin sekaligus kebijakan khusus, jadi ada jalur yang memang dibuka untuk Mahmoud saat itu.
Dari situ, Mahmoud tercatat sebagai mahasiswa asing pertama di UNJ yang mendapat skema beasiswa cukup lengkap. Ia tidak hanya dibebaskan dari biaya kuliah atau UKT, tapi juga mendapat fasilitas tempat tinggal selama masa studi. Seluruh kebutuhan pendidikan dari awal masuk sampai wisuda sudah ditanggung lewat program tersebut.
Perjalanan Mahmoud tidak mudah. Kondisi kampung halaman yang belum aman hingga perubahan drastis dalam ekonomi keluarga menjadi ujian besar yang harus ia hadapi. Meski begitu, ia tetap bertahan dan memanfaatkan kesempatan beasiswa yang diberikan, termasuk dukungan tempat tinggal dan bantuan biaya hidup dari Rumah Amal Salman untuk kebutuhan sehari-hari selama di Jakarta.
“Bantuan beasiswa yang diberikan UNJ ini sangat berarti buat saya. Saya memiliki harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik bagi saya dan keluarga saya serta di balik perang yang tak kunjung reda di negara saya. Orang tua saya sebelumnya adalah pengusaha, namun perang merengut keluarga saya dan membawa saya ke UNJ. Terima kasih kepada Universitas Negeri Jakarta, Pak Rektor Prof Komarudin, Pak Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Bisnis, Pak Andy Hadyanto yang telah membuka hati untuk mahasiswa Palestina dan memberikan saya keluarga dan teman- teman baru di Indonesia. Saya menjadi memiliki semangat dan harapan untuk hidup,” ujar Mahmoud usai sesi wisuda, dilansir dari web resmi UNJ, Selasa (21/4/2026).
Kerja kerasnya akhirnya terbayar. Mahmoud berhasil menuntaskan studi tepat waktu di program Magister Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Negeri Jakarta, sebuah capaian yang tidak datang dengan mudah, apalagi di tengah situasi yang terus membayangi dari negaranya.
“Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan UNJ, Rumah Amal, dan seluruh rakyat Indonesia. Gelar ini bukan hanya milik saya, tapi juga untuk keluarga saya di Palestina dan untuk Indonesia yang telah menjadi rumah kedua,” lanjutnya haru.
Kisah Mahmoud pada akhirnya jadi pengingat sederhana, kalau pendidikan masih bisa diperjuangkan, bahkan di tengah situasi yang sulit. Meskipun jalannya panjang dan tidak selalu mudah, tetap ada yang berhasil melewatinya.
(Magang Unpas / Putri Diva Cahya Satriani)











