Tidak Lolos Akreditasi, 84 PTS Terancam Ditutup

PTS Tidak Lolos Akreditasi
Ilustrasi. (pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Terdapat 84 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terancam ditutup, karena tidak lolos akreditasi. Hal tersebut disampaikan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

Terkait dengan ancaman penutupan PTS, Komisi X DPR RI mengingatkan pemerintah untuk memastikan kelanjutan pendidikan para mahasiswa, agar mereka tidak menjadi korban atas kejadian ini.

“Concern kami di pendidikan mahasiswanya. Jadi jangan sampai penutupan kampus kemudian mahasiswanya tidak melanjutkan pendidikan,” ungkap Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf, mengutip laman resmi DPR, Selasa (20/8/2024).

Menurut BAN-PT, penutupan PTS ini terjadi karena kampus tidak berhasil memperoleh akreditasi. Kegagalan dalam proses akreditasi tersebut dianggap tidak hanya menunjukkan adanya masalah dalam manajemen dan kualitas pengajaran, tetapi juga memperlihatkan kelemahan mendasar dalam sistem pendidikan tinggi.

Dede berpendapat, pencabutan izin terhadap 84 PTS menunjukkan institusi-institusi tersebut tidak mampu memenuhi standar akreditasi dan mengalami kekurangan dalam pengelolaan.

Ia meminta agar pihak kampus dan para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) sebagai fasilitator, dapat membantu memindahkan mahasiswa ke perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi.

Ia juga menekankan pentingnya hak pendidikan bagi seluruh warga Indonesia. Oleh karena itu, Dede mengingatkan, sebelum memilih perguruan tinggi masyarakat mengecek terlebih dahulu akrediatasi perguruan tinggi yang akan dipilih, terutama PTS.

Puluhan perguruan tinggi yang terancam ditutup tersebut tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Barat.

Dede juga menekankan, semua perguruan tinggi harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah, termasuk dalam hal sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana pendidikan yang harus sesuai dengan standar.

BACA JUGA: Agustus 2025, Setiap Perguruan Tinggi Wajib Terakreditasi!

Terkahir, Dede menyampaikan harapannya agar semua perguruan tinggi dapat memenuhi standar akreditasi, dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan, seperti memiliki lahan dengan luas tertentu, adanya guru besar, serta memperhatikan jumlah dosen pengajar.

 

(Virdiya/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

7 Aplikasi Menambah Like TikTok Gratis

2

Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional

3

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

4

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri