Tradisi Sunda Wiwitan dan Akar Budaya di Tatar Pasundan

Tradisi Sunda Wiwitan
(Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tradisi Sunda Wiwitan, sebuah kepercayaan masyarakat Sunda yang secara turun-temurun, merupakan bukti nyata kelestarian budaya dan kearifan lokal di tanah Pasundan.

Masyarakat yang menganut kepercayaan ini mempraktikkan sistem monotheisme kuno, meyakini adanya kekuasaan tertinggi yang disebut Sang Hyang Kersa atau Batara Tunggal.

Kata “Wiwitan” sendiri memiliki arti asal, pertama, mula, jati, dan pokok. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi ini merupakan akar budaya Sunda yang telah ada sejak lama.

Tradisi Sunda Wiwitan tersebar di sejumlah wilayah Jawa Barat, di antaranya Cisolok (Sukabumi), Kanekes, Lebak (Banten), Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Kuningan, Cigugur, Kampung Naga, Cirebon, hingga Samarang (Garut).

Masyarakat Sunda Wiwitan, yang wilayahnya seringkali dianggap sebagai area wisata, telah menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan dunia luar untuk mempertahankan kelestarian budaya mereka.

Mereka terkenal sebagai masyarakat yang berpegang teguh pada ajaran nenek moyang, namun tetap terbuka terhadap masyarakat umum dan modernisasi.

Ajaran dalam Tradisi Sunda Wiwitan

Tradisi Sunda Wiwitan memiliki sejumlah ajaran yang dipegang teguh oleh para penganutnya, di antaranya:

1. Menghormati Alam

Masyarakat Sunda Wiwitan diajarkan mengenai hubungan erat antara manusia dan alam. Mereka memahami bahwa manusia memiliki ketergantungan terhadap alam untuk bertahan hidup, mulai dari sumber air, hasil pertanian, hingga tempat tinggal.

Konsep menghormati alam ini juga tercermin dalam larangan merusak hutan dan lingkungan, seperti yang dipraktikkan oleh Suku Baduy Dalam.

2. Sistem Kepercayaan

Masyarakat Sunda Wiwitan percaya bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan Sang Hyang Kersa. Selain itu, mereka juga mempercayai adanya tiga alam manusia:

  • Buana Nyungcung: Tempat bersemayam Sang Hyang Kersa, alam tertinggi.
  • Buana Panca: Tempat tinggal manusia dan makhluk hidup lainnya.
  • Buana Larang: Alam terbawah yang diibaratkan seperti neraka.

BACA JUGA : Mengenal Tradisi Upacara Ngaruwat Bumi Warga Jawa Barat

Tradisi Sunda Wiwitan, dengan ajaran dan praktiknya yang unik, merupakan warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Sunda.

Kepercayaan ini mengajarkan tentang pentingnya menghormati alam, menjaga kelestarian lingkungan, dan memegang teguh nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur.

 

(Hafidah Rismayanti/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru