BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) University angkatan 2021, Anggit Bima Wicaksana dikabarkan tewas saat mengikuti program Tim Ekspedisi Patriot di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, pada Selasa (21/10/2025).
Anggit merupakan salah satu peserta Ekspedisi Patriot, sebuah program kerja sama antara Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan IPB University yang melibatkan mahasiswa, peneliti, dan relawan muda untuk melakukan riset serta pengabdian masyarakat di kawasan transmigrasi terpencil di seluruh Indonesia.
Program ini bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme dan kontribusi nyata generasi muda terhadap pembangunan nasional.
Program Ekspedisi Patriot telah berlangsung sejak 22 Agustus 2025 dan dijadwalkan berakhir pada Desember 2025.
Menurut laporan yang dikutip dari berbagai sumber, peristiwa tragis itu terjadi di wilayah Bomberey, Tomage, Kabupaten Fakfak.
Saat itu Anggit tengah melaksanakan kegiatan lapangan bersama timnya. Dalam perjalanan menuju lokasi penelitian, kondisi hujan membuat sepeda motor yang dikendarainya tergelincir tertabrak truk dari arah berlawanan.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.27 Waktu Indonesia Timur, dan kabar duka baru diterima sekitar satu jam kemudian.
Pihak IPB University serta Kementerian Transmigrasi telah mengonfirmasi peristiwa ini dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Anggit.
“Kami sangat berduka dan kehilangan. Almarhum adalah seorang Patriot berdedikasi yang gugur dalam pengabdiannya. Ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar Kementerian Transmigrasi,” tulis pernyataan resmi Kementerian Transmigrasi.
BACA JUGA
Ekspedisi Hijau Istilah Baru Mewujudkan Pengiriman Tanpa Jejak
Kibarkan Merah Putih di Puncak Aconcagua Perempuan Indonesia Ini Berusia 17 Tahun
IPB University juga menyampaikan belasungkawa mendalam dan mengapresiasi semangat pengabdian Anggit selama menjadi bagian dari Ekspedisi Patriot.
Pihak kementerian juga memastikan proses pemulangan jenazah berjalan lancar dengan bantuan berbagai instansi. Setelah melalui proses evakuasi menggunakan pesawat kecil menuju Fakfak, jenazah diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu pagi.
“Kami ingin memastikan jenazah almarhum Anggit dapat segera diterima oleh orang tuanya. Selanjutnya, Kementerian Transmigrasi akan mengurus dan memastikan prosesi pemakaman berjalan dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian beliau,” ujar Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Kementerian juga menegaskan akan meninjau ulang prosedur keamanan kegiatan lapangan agar peristiwa serupa tidak terulang. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada keluarga almarhum.
Kepergian Anggit menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian sering kali diiringi risiko besar, terutama di daerah terpencil. Namun, semangat dan dedikasinya akan terus hidup sebagai simbol pengabdian generasi muda dalam membangun negeri.
(Vischa Leonita/Magang UNLA/Aak)











