BANDUNG, SUAR MAHASISWA AWARD — Digitalisasi kini menjadi pendorong utama transformasi di berbagai sektor, salah satunya transportasi logistik. Proses distribusi barang yang dulunya bergantung pada cara konvensional, kini beralih ke sistem berbasis teknologi. Mulai dari penggunaan aplikasi tracking, sistem manajemen gudang, hingga integrasi big data dan kecerdasan buatan (AI) dalam rantai pasok, semua bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kecepatan. berikut adalah beberapa manfaat dari adanya digitalisasi di sektor transportasi logistik:
1. efisiensi operasional, teknologi digital yang digunakan dapat memungkinkan perusahaan untuk mengatur rute pengiriman yang lebih cepat dan hemat biaya.
2. transparansi dan trecking yang real-time, big data dapat dianalisis untuk memprediksi permintaan pasar dan mengantisipasi hambatan distribusi.
3. dukungan ekonomi digital, dengan adanya digitalisasi di sektor transportasi logistik, dapat menumbuhkan sektor yang baru seperti ekonom digital.
di balik peluang kemudahan yang ada, terdapat juga tantangan yang timbul dari adanya digitalisasi transportasi logistik. diantaranya:
1. keterbatasan infrastruktur, bagi wilayah yang terpencil dan tidak memiliki jaringan internet, maka digitalisasi transportasi logistik tidak akan hadir.
2. pencurian data, keamanan data yang masih rendah memungkinkan banyaknya siber yang menyerang dan timbulnya kebocoran informasi.
Digitalisasi transportasi logistik menawarkan peluang besar bagi percepatan distribusi barang, peningkatan efisiensi, dan transparansi dalam rantai pasok. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, biaya tinggi, keamanan data, dan kesiapan SDM masih menjadi hambatan yang harus diatasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan logistik, dan masyarakat untuk memastikan transformasi digital ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal.
Penulis :
Silvy Khofifah Fauziyah
Mahasiswa Universitas Halim Sanusi (UHS)