BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kreator teknologi Techisode TV membagikan pengalamannya setelah membeli dan menguji lebih dari 100 aksesori untuk ponsel Samsung seri S, Fold, dan Flip. Dalam video terbarunya di YouTube, ia menyebut sebagian besar aksesori tersebut tidak sepadan dengan ekspektasi.
“I’ve purchased and tested over a hundred accessories for Samsung’s S-series, Fold series, and Flip Series devices, and honestly, most of it has been absolute garbage,” ujar Techisode TV di awal videonya.
Namun, ia justru menemukan bahwa aksesori berukuran kecil memberikan dampak paling signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Salah satu yang paling ia soroti adalah adaptor Android Auto nirkabel generasi baru.
“Anyone who drives a car needs this adapter,” katanya, seraya menambahkan bahwa performanya nyaris setara dengan koneksi kabel. Klaim ini disampaikan sebagai hasil pengalaman pribadi, tanpa pengujian laboratorium independen.
Ia juga menegaskan bahwa video tersebut tidak disponsori. Meski demikian, Techisode TV mengakui menggunakan tautan afiliasi di deskripsi video yang berpotensi memberikan komisi dari pembelian penonton.
“Saya akan menyertakan affiliate links ke semua produk di deskripsi dan pinned comment,” ujarnya.
Baca Juga:
Samsung Perkenalkan Monitor Gaming Odyssey 2026, Hadirkan 3D 6K Tanpa Kacamata
Samsung Galaxy S27 Dirumorkan Pakai Global Shutter, Kamera Ponsel Makin Dekati Standar Profesional
Ekosistem MagSafe untuk Samsung
Dalam ulasannya, Techisode TV merekomendasikan penggunaan cincin atau casing MagSafe untuk membuka aksesori berbasis magnet, mulai dari dompet, power bank, hingga car mount.
Ia menyebut beberapa produk seperti ESR MagSafe ring, casing Tora, dan Spigen sebagai opsi yang menurutnya praktis. “Both of these have been working really well for me,” katanya, sambil menekankan bahwa pengalaman tersebut bersifat subjektif dan dapat berbeda di tiap perangkat.
Ia juga menyarankan casing dengan kickstand magnetik, namun mengingatkan bahwa penggunaan aksesori magnetik berpotensi memengaruhi kenyamanan S Pen pada sebagian pengguna, meski ia mengaku tidak mengalami gangguan pada perangkat miliknya.
Adaptor Android Auto Nirkabel
Salah satu sorotan utama video ini adalah adaptor Android Auto nirkabel generasi baru. Techisode TV mengklaim adaptor tersebut bekerja cepat dan stabil.
“I can’t see any perceivable difference between a wired connection and this wireless connection,” ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan sebagai pengalaman personal, tanpa pengukuran latensi atau pengujian teknis terstandarisasi.
Aksesori Mobil dan Pengisian Daya
Techisode TV juga membahas berbagai aksesori mobil, termasuk dudukan ponsel MagSafe, pengisi daya nirkabel berkipas, serta charger mobil berdaya tinggi hingga 200 watt.
Ia mengingatkan bahwa pengguna perlu memperhatikan batas daya kendaraan. “Make sure you check your car’s max wattage so you don’t blow a fuse,” katanya.
Untuk power bank, ia menyoroti model berkapasitas 10.000 mAh hingga 26.250 mAh, termasuk varian yang mendukung pengisian 100 watt hingga 140 watt per port. Ia menyebut angka-angka tersebut berdasarkan spesifikasi pabrikan, bukan hasil uji independen.
Samsung DeX dan Aksesori Produktivitas
Dalam segmen lain, Techisode TV membahas Samsung DeX, fitur yang memungkinkan ponsel Samsung berfungsi layaknya komputer desktop saat terhubung ke monitor.
“This is a feature that turns Samsung’s flagship phones into literal desktop computers,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merujuk pada fungsionalitas antarmuka DeX, bukan pengganti penuh komputer konvensional. Ia juga merekomendasikan penggunaan keyboard Bluetooth dan hub USB-C untuk pengalaman yang lebih stabil.
Keterbatasan dan Catatan Kritis
Meski bernada positif, Techisode TV juga menyinggung beberapa keterbatasan, seperti:
- Potensi latensi pada DeX nirkabel
- Keterbatasan daya pada pengisian cepat jika lebih dari satu perangkat terhubung
- Ukuran dan bobot power bank berkapasitas besar
- Keterbatasan kompatibilitas aksesori magnetik dengan casing tertentu
Ia mengakui bahwa tidak semua produk cocok untuk semua pengguna dan menekankan pentingnya menyesuaikan kebutuhan sebelum membeli.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)