BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sepupu Khabib Nurmagomedov, Umar Nurmagomedov, tengah berada di persimpangan penting dalam kariernya di UFC. Demi menembus puncak kelas bantam dan menantang sang juara Merab Dvalishvili, kemenangan lewat KO diyakini menjadi satu-satunya jalan bagi petarung asal Dagestan tersebut.
Nurmagomedov kini sedang menapaki jalur panjang untuk kembali menantang Dvalishvili, rival yang sempat membuatnya menelan kekalahan pahit di awal tahun 2025 lalu. Kala itu, duel keduanya berakhir bak mimpi buruk bagi Nurmagomedov yang tak mampu keluar dari tekanan sang lawan sepanjang pertarungan. “Si Elang Muda” pun harus menerima kekalahan angka mutlak dari sang “Mesin” asal Georgia tersebut.
Kini, Umar akan mencoba menyalakan kembali asa balas dendamnya saat menghadapi Mario Bautista di ajang UFC 321, 26 Oktober mendatang. Kemenangan tentu menjadi tiket penting untuk membawanya selangkah lebih dekat pada misi menebus kegagalan masa lalu.
Namun, jalan Nurmagomedov menuju puncak tidak mudah. Banyak yang menilai kansnya untuk menaklukkan Dvalishvili cukup tipis, terutama jika tidak disertai penyelesaian cepat di atas oktagon.
Mantan petarung UFC asal Rusia, Ruslan Magomedov, bahkan menilai Umar hanya punya satu cara untuk menang KO.
“Umar Nurmagomed mungkin akan mencobanya lagi, tetapi, Merab akan melewati itu dan menang dengan perhitungan angka… Mengalahkan Dvalishvili itu harus dengan KO,” ujar Magomedov, dikutip dari Championat.
Magomedov menegaskan, mengandalkan kekuatan atau membuat Dvalishvili kelelahan bukanlah strategi yang efektif.
“Membuatnya lelah atau mengalahkan dia dari segi kekuatan adalah hal yang sia-sia, di satu sisi, Umar kurang dalam hal stamina, sedang Merab mengandalkan sisi tersebut,” katanya.
BACA JUGA:
Kuncian Charles Oliveira Musnahkan Gamrot di Ronde 2, UFC Rio 2025 Dihujani KO Brutal
Charles Oliveira Dukung Alex Pereira Hancurkan Jon Jones di UFC Gedung Putih
Ia juga menyinggung gaya bertarung Dvalishvili yang mirip dengan dominasi khas petarung Dagestan.
“Khamzat dan Khabib punya dunia yang sama dalam mendominasi lawan. Sama halnya Merab, mereka tidak memberikan lawan peluang sama sekali,” tutupnya.
Soal stamina, julukan ‘The Machine’ memang bukan tanpa alasan. Dvalishvili dikenal memiliki daya tahan luar biasa dan kemampuan bertarung tanpa henti. Sepanjang tahun 2025 ini saja, ia sudah tiga kali naik oktagon dan selalu tampil mendominasi.
Terakhir, Dvalishvili menumbangkan Cory Sandhagen lewat kemenangan angka mutlak pada 5 Oktober lalu. Hasil itu tak hanya memperpanjang rekor impresifnya, tetapi juga menegaskan bahwa sabuk juara kelas bantam UFC masih kokoh di genggamannya.
(Haqi/_Usk)










