UNJ Buka Program Kurimantara Gratis untuk Mahasiswa Indonesia

Program Kurimantara UNJ
UNJ. (dok. gmaps)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi mahasiswa di seluruh Indoneia yang ingin memperdalam ilmu pengetahuan melalui Program Kuliah Daring Mahasiswa Nusantara (Kurimantra), Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (FE UNJ) kembali memberikan program Kurimantara secara gratis.

Pendaftaran program Kurimantara sudah dibuka sejak 1 Agustus dan akan ditutup pada 26 Agustus 2024. Pelaksanaan program ini akan berlangsung pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 dan terbuka untuk mahasiswa dari berbagai program studi dengan jenjang D1, D2, D3, D4, dan S1.

Dukungan terhadap Kampus Merdeka dan IKU 2

Program ini merupakan salah satu inisiatif FE UNJ dalam mendukung program Kampus Merdeka serta pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2.

Kurimantara FE UNJ menawarkan 30 pilihan mata kuliah menarik dengan bobot masing-masing 3 SKS, dengan pengantar Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

Program Kurimantara telah sukses menarik minat lebih dari 400 pendaftar yang berasal dari lebih dari 60 kampus, mulai dari Banda Aceh hingga Palopo, Sulawesi Selatan, sejak diumumkan di media sosial.

Pada Rabu (14/8/2024), Dekan FE UNJ, Prof. Usep Suhud menekankan bahwa Program Kurimantara tidak hanya menyediakan pengalaman perkuliahan daring yang berkualitas, tetapi juga menawarkan fleksibilitas bagi peserta untuk memilih mata kuliah sesuai dengan preferensi bahasa mereka.

“Mahasiswa yang mendaftar akan diberikan tautan untuk memilih mata kuliah yang diminati. Selain dosen tetap fakultas, program ini melibatkan praktisi dan akademisi, baik dari dalam maupun luar negeri, sebagai pengampu mata kuliah,” ungkap Prof. Usep Suhud.

Peluang Memperkaya Pengalaman

Prof. Usep Suhud menambahkan, harapannya program ini akan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperkaya pengalaman akademis mereka dengan kualitas dan fleksibilitas yang tinggi.

Ia juga menyampaikan perkuliahan Program Kurimantara akan mulai pada 9 September 2024, menggunakan metode pembelajaran daring yang mencakup sesi sinkron dan asinkron.

BACA JUGA: Empat Program Studi UGM Raih Akreditasi Internasional dari ASIIN

Peserta berhak mendapatkan Kartu Hasil Studi, apabila tingkat kehadirannya mencapai 80 persen. Setelah program Kurimantra FE UNJ selesai, peserta akan menerima transkip nilai yang dapat dikonversi ke mata kuliah yang ada di program studi asal. Pendaftaran program ini bisa diakses dengan link yang dapat diklik di sini. bit.ly/KURIMANTARAGanjil2024.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru