ACEH, TEROPONGMEDIA.ID – Ketika banjir bandang di Aceh Tamiang merenggut satu-satunya jembatan penghubung, harapan seolah ikut hanyut. Kini harapan itu sedang dibangun kembali.
Dua bulan sudah berlalu sejak banjir besar meluluhlantakkan Aceh Tamiang dan beberapa wilayah lain di Sumatera. Luka itu masih terasa, ada desa yang gelap gulita tanpa listrik, bahkan terisolasi karena jembatan penghubung satu-satunya hancur diterjang banjir bandang.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Eiger Adventure bersama Vertical Rescue Indonesia dan masyarakat Aceh Tamiang bergotong-royong membangun sebuah jembatan gantung sepanjang 240 meter di atas Sungai Tamiang.
Baca Juga:
Bantu Sumatera, EIGER Adventure Salurkan 5 Ton Pakaian bagi Korban Banjir dan Longsor
Kolaborasi dengan National Geographic dan Aceh Connection, Eiger Salurkan Bantuan ke Sumatera
Jembatan ini akan kembali menghubungkan Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekarak, dengan Desa Aras Sembilan, Kecamatan Bandar Pusaka.
Ini bukan sekadar konstruksi baja dan sling baja. Jembatan ini adalah jawaban atas doa-doa panjang warga yang selama bertahun-tahun harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi sekolah, mencari nafkah, atau sekadar mendapatkan layanan kesehatan.
Proses pembangunan masih berlangsung, dan diharapkan selesai dalam beberapa minggu dan membawa kembali akses, cahaya, dan harapan bagi warga yang terdampak.











