JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – BNPB terus memperbarui data korban akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga Jumat (19/12/2025) pukul 14.00 WIB.
Tercatat sebanyak 1.068 orang meninggal dunia, 190 hilang, dan 7 ribu terluka. Hal ini berdasarkan dashboard penanganan darurat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.
Selain itu, tercatat 147.236 ribu rumah rusak di 52 kabupaten. Bencana ini juga merusak 434 rumah ibadah, 967 fasilitas pendidikan, 219 fasilitas kesehatan, 145 jembatan, 290 gedung/kantor, serta 1,6 ribu fasilitas umum.
Jembatan Bailey Teupin Reudeup–Awe Geutah Bireun Sudah Pulih Kembali
Pemasangan Jembatan Bailey yang menghubungkan Gampong Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Selatan, dengan Gampong Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, menunjukkan progres signifikan. Tim gabungan berhasil menyelesaikan perbaikan jembatan dengan panjang 36 meter.
Hari Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 17.03 WIB jembatan tersebut telah mulai dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Jembatan ini menghubungkan Bireun dan Aceh Utara. Selain itu, jembatan ini juga sekaligus menjadi jalur alternatif penghubung Jalan Nasional Medan–Banda Aceh.
Baca Juga:
Menko PMK: Sejumlah Daerah di Sumatera Masuki Transisi Darurat, Pembangunan Huntara Dipercepat
Hidayat Nur Wahid: Pemerintah Tak Perlu Menutup Bantuan Asing untuk Bencana Sumatera
Salurkan Air Bersih ke Warga tapanuli Tengah
Sistem perairan Tapanuli Tengah merupakan salah satu yang terdampak parah dalam kejadian banjir bandang dan longsor akhir bulan November (25/11/2025) lalu.
Bukan hanya kantor PDAM yang porak-poranda diterjang lumpur, sistem perpipaan pada sumber air pun rusak berat diterjang material longsor. Hal ini mengakibatkan jaringan air bersih se-Tapanuli Tengah putus total.
Merespon kebutuhan warga akan air bersih, Pemerintah Tapanuli Tengah melakukan upaya pendistribusian air bersih kepada masyarakat dengan menggunakan mobil tangki. Saat ini sebanyak 7 mobil tangki bekerja 24 jam menyalurkan air ke hidran umum dan rumah-rumah warga.
Selain mobil tangki yang disediakan oleh Pemerintah Daerah, mobil tangki air bersih lainnya didukung oleh berbagai organisasi kemanusiaan.
Secara pararel, upaya perbaikan pipa-pipa di hulu juga diperbaiki agar sistem jaringan air bisa segera normal kembali.
Penanggulangan bencana adalah kerja bersama. Secara bertahap, semangat gotong royong membuat proses pemulihan Sumatra lekas terlaksana.











