JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – BNPB terus memperbarui data korban akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga Jumat (12/12/2025) pukul 13.00 WIB.
Tercatat sebanyak 990 orang meninggal dunia, 218 hilang, 5 ribu terluka. Hal ini berdasarkan dashboard penanganan darurat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.
Selain itu, tercatat 158 ribu rumah rusak di 52 kabupaten. Bencana ini juga merusak 434 rumah ibadah, 581 fasilitas pendidikan, 219 fasilitas kesehatan, 163 jembatan, 290 gedung/kantor, serta 1,2 ribu fasilitas umum.
448,6 Ton Bantuan Terdistribusi di Aceh
Pemerintah terus mengoptimalisasi pengiriman bantuan logistik bagi korban terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan yang dikirimkan adalah buah kedermawanan masyarakat yang terhimpun di Pos Logistik Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar mencapai 448,6 ton hingga 10 Desember 2025.
BNPB memastikan bantuan yang datang untuk segera terdistribusi pada hari itu atau maksimal keesokan harinya. BNPB bersama tim gabungan di pos logistik mengupayakan agar tidak ada barang bantuan yang tersimpan di posko lebih dari dua hari.
Bangun Jembatan Sementara
Pemerintah bergerak cepat memulihkan infrastruktur dasar agar kebutuhan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bisa kembali normal.
Salah satu upaya utama adalah percepatan pembangunan jembatan sementara (Bailey) di berbagai titik terdampak banjir dan longsor. Jembatan Bailey di Anggoli, Sibabangun, Tapanuli Tengah, telah selesai dan kini membuka kembali akses penting bagi warga.
Di Aceh, pembangunan beberapa jembatan Bailey terus dikebut agar wilayah yang terputus bisa segera terhubung. Jembatan Bailey Teupin Mane di Bireuen kini sudah mencapai progres 75% dan Jembatan Teupin Reudep yang menjadi jalur alternatif Bireuen–Lhokseumawe–Bener Meriah juga terus dipercepat pengerjaannya.











