JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Rekaman video kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut tampak belasan karyawan berdiri di lantai paling atas, sebagian terlihat bergelantungan sambil berteriak meminta bantuan, sementara asap pekat membubung dari lantai di bawah mereka.
Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan penyelamatan. Dengan menggunakan tangga hidrolik, satu per satu pekerja berhasil dievakuasi dari titik teratas gedung yang telah dikepung api.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra memastikan seluruh karyawan yang tampak dalam video tersebut dalam kondisi selamat.
Ia menyebut total ada 19 pegawai yang berhasil dievakuasi dari bagian atap gedung ketika api melalap area tengah bangunan.
Roby menjelaskan bahwa para korban terjebak di lantai paling atas dan tidak memiliki akses lain menuju luar bangunan saat kebakaran membesar.
Gedung Hanya Memiliki Satu Pintu Keluar
Dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan fakta bahwa gedung enam lantai tersebut hanya memiliki satu akses pintu keluar dan masuk di lantai dasar.
Temuan ini muncul setelah tim forensik menyisir seluruh ruangan untuk memastikan tidak ada korban tertinggal, termasuk memeriksa satu-satunya lift yang ada di gedung itu.
“Memang akses keluar masuk hanya melalui pintu utama di bagian bawah. Satu lift juga sudah kami periksa dan tidak ada korban di dalamnya,” kata Roby.
Baca Juga:
Polisi Periksa HRD dan Karyawan
Penyelidikan terhadap insiden kebakaran masih berlangsung. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa enam saksi, yang terdiri dari empat karyawan dan dua staf HRD. Pemeriksaan juga akan diperluas kepada pemilik gedung serta penanggung jawab perusahaan.
Roby menambahkan, proses penyelidikan bertujuan memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran lain yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Evaluasi akan mencakup operator bangunan, manajemen perusahaan, hingga pengelola gedung.
“Belum ditemukan unsur pidana, namun penyidikan masih berjalan untuk memastikan apakah ada kelalaian dari pihak mana pun,” ujarnya.
(Dist)











