BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Siapa sangka jajanan legendaris tahun 90-an tiba-tiba viral lagi bukan karena nostalgia, melainkan karena kontroversi. Seorang pedagang es gabus di Jakarta, dituding mencampurkan spons ke dalam dagangannya oleh oknum aparat. Tuduhan yang terbukti salah dan berujung permintaan maaf.
Drama ini justru membuat banyak orang teringat kembali pada jajanan berwarna-warni yang pernah jadi primadona di depan sekolah era 1980-1990an. Teksturnya yang mirip spons memang sering bikin salah paham, padahal itu hasil alami dari bahan utama: tepung hunkwe yang terbuat dari pati kacang hijau.
Baca Juga:
Unik, Ini Tradisi 17 Agustus di Berbagai Daerah!
Kenapa Teksturnya Seperti Gabus?
Ketika tepung hunkwe dimasak dengan santan dan gula, ia menghasilkan gel padat namun berongga inilah yang memberikan sensasi dingin, kenyal, tapi lembut. Tepung hunkwe tidak bisa diganti dengan tepung lain karena menghasilkan tekstur yang sangat khas.
Untuk membuktikan bahwa es gabus aman dan mudah dibuat, berikut resep yang biasa digunakan :
Bahan:
- 200 gram tepung hunkwe
- 350 gram gula pasir
- 1.700 ml santan
- 1 sendok teh garam
- 3-4 pewarna makanan (merah, kuning, hijau, ungu)
- 1 bungkus vanili (opsional)
Cara Membuat:
- Persiapan: Lapisi loyang dengan plastik wrap agar mudah diangkat nanti.
- Masak adonan: Campur semua bahan (kecuali pewarna) dalam panci. Masak dengan api sedang sambil terus diaduk hingga mengental dan meletup-letup (10-15 menit). Angkat dan diamkan hingga uap hilang.
- Pewarnaan: Bagi adonan menjadi 4 bagian, beri masing-masing pewarna berbeda. Aduk rata.
- Pencetakan: Tuang setiap warna ke loyang berlapis plastik. Diamkan 2-3 jam hingga mengeras sempurna.
- Potong dan bekukan: Potong-potong ukuran 3×5 cm, bungkus dengan plastik kecil. Bekukan di freezer minimal 4 jam.
- Sajikan dalam kondisi beku untuk tekstur terbaik.
Tips:
- Gunakan santan segar untuk rasa optimal
- Jangan terlalu banyak pewarna (3-5 tetes cukup)
- Tahan 1 minggu di freezer
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)