JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, Bambang Setyawan, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Mahkamah Agung (MA) pada Jumat (6/2/2026).
Hakim Agung sekaligus Juru Bicara MA, Yanto, membenarkan penangkapan tersebut. Namun, ia belum mengungkap detail perkara yang menjerat Bambang maupun pihak lain yang ikut diamankan.
“Infonya betul. Saya belum tahu ada berapa hakim yang ikut ditangkap, yang jelas wakilnya,” ujar Yanto kepada wartawan.
Yanto menyebutkan Mahkamah Agung akan menyampaikan keterangan resmi terkait kasus tersebut pada Senin, 9 Februari 2026, mengingat seluruh pimpinan MA saat ini sedang berada di Yogyakarta.
“Senin mau press release karena semua pimpinan lagi di Jogja. Senin saja kita sampaikan,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga membenarkan adanya operasi tangkap tangan di wilayah Depok yang menyasar aparat penegak hukum.
“Memang benar ada penangkapan di wilayah Depok. APH,” kata Fitroh, Kamis (5/2) malam.
Baca Juga:
Gubernur Bengkulu Ikut Terjaring OTT KPK
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut ditemukan adanya aliran uang dari pihak swasta kepada penegak hukum. Operasi senyap itu dilakukan pada Kamis (5/2) sore hingga malam.
“Telah terjadi penangkapan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan. Nanti kita lihat apakah itu bentuknya penyuapan atau pemerasan,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Operasi tangkap tangan tersebut diduga berkaitan dengan perkara sengketa tanah di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat, yang melibatkan PT Karabha Digdaya.
Berdasarkan informasi dari laman resmi perusahaan, PT Karabha Digdaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan properti dan jasa rekreasi, dengan fokus pada pengembangan aset strategis dan berkelanjutan. Perusahaan ini sahamnya dimiliki oleh Kementerian Keuangan, sehingga menjadi bagian dari entitas usaha negara dalam pengelolaan dan optimalisasi aset negara.
PT Karabha Digdaya mengelola sejumlah unit bisnis, antara lain jasa lapangan golf melalui brand Emeralda Golf Club, serta sektor properti dan estate yang mencakup pengembangan kawasan hunian dan properti, termasuk Cimanggis Golf Estate dan Cluster Umma Arsa.











