AMBON, TEROPONGMEDIA.ID – Aparat kepolisian dan unsur keamanan berhasil mengendalikan bentrokan antarwarga Desa Morela dan Negeri Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, yang pecah pada Jumat (6/2) dini hari. Meski situasi berhasil dikendalikan, insiden tersebut mengakibatkan enam rumah warga terbakar dan empat orang mengalami luka tembak.
Dua anggota kepolisian yang menjadi korban adalah Brigpol Dussalam Nunlehum dari Unit Reskrim Polsek Leihitu dan Brigpol Alfauzan Malawat dari Ditintelkam Polda Maluku. Selain itu, dua warga sipil, Fardan Uwen dan Aly Pellu, juga dilaporkan terluka akibat tembakan.
Bentrokan bermula ketika sekelompok warga dari Desa Morela bergerak menuju wilayah Negeri Hitu Messing melalui jalur pantai. Setibanya di lokasi, massa diduga melakukan aksi penyerangan menggunakan senjata api rakitan dan bom molotov, yang memicu kebakaran rumah warga.
Baca Juga:
Pasca Bentrokan, Kapolda Riau Pastikan Pulau Rempang Kondusif
Sebagian massa lainnya dilaporkan datang melalui jalur laut menggunakan speedboat dan bergabung dalam konvoi penyerangan. Ledakan diduga berasal dari bom rakitan yang sempat terdengar oleh petugas yang berjaga di Pos Pengamanan Dusun Tibang, wilayah perbatasan dua negeri.
Aparat keamanan yang berada di lokasi kemudian melakukan langkah-langkah pengamanan dan berhasil memukul mundur massa agar tidak mendekati kawasan perbatasan. Pengendalian situasi dilakukan untuk mencegah meluasnya konflik antarwarga.
Kepala Seksi Humas Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Jane Luhukay, menyatakan bahwa kondisi keamanan pascabentrokan mulai berangsur kondusif. Aparat masih melakukan penjagaan intensif di wilayah perbatasan guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan.
“Situasi sudah mulai kondusif,” ujar Jane saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).











