CIMAHI, TEROPONGMEDIA.ID – Ancaman penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Untuk mencegah penularan serta mempercepat penemuan kasus, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan menggelar skrining TB bagi pegawai pemerintah daerah di Aula Gedung B Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi.
Sebanyak 100 pegawai dari lingkungan Dinas Kesehatan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan infeksi Tuberkulosis (TB). Pemeriksaan dilakukan melalui penjaringan gejala TB, pemeriksaan klinis, serta pemeriksaan menggunakan perangkat portable X-ray guna mendukung upaya deteksi dini kasus Tuberkulosis di lingkungan kerja.
Dari hasil skrining yang dilakukan, sebanyak 50 peserta tercatat sebagai kontak erat dengan pasien Tuberkulosis. Mereka telah mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai langkah antisipatif agar infeksi tidak berkembang menjadi TB aktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menegaskan bahwa TB merupakan penyakit menular yang masih berpotensi menyebar apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, langkah deteksi dini menjadi kunci untuk memutus rantai penularan.
Baca Juga:
THR ASN Cimahi Siap Cair, Ini Komponen yang Diterima
Pemkot Cimahi Siapkan Jurus Antisipasi Gejolak Harga Pangan Jelang Lebaran
“Deteksi dini tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu diperluas ke berbagai lingkungan, termasuk tempat kerja. Melalui skrining ini, diharapkan kasus TB dapat ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan penularan dapat dicegah,” ujarnya.
Selain pemeriksaan TB, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi peserta. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan gula darah dan kolesterol, serta konsultasi mengenai faktor risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi.
Melalui kegiatan ini, pegawai yang terindikasi memiliki gejala TB akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi aparatur mengenai gejala TB, cara pencegahan, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas.











