BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan sengit di pasar smartphone premium India kini merembet ke ranah hukum. Dua raksasa teknologi, Apple dan Samsung, resmi mengirim surat peringatan hukum kepada Xiaomi setelah perusahaan asal Tiongkok itu merilis iklan yang dinilai merugikan citra mereka.
Dalam somasi tersebut, Apple dan Samsung meminta Xiaomi segera menghentikan kampanye promosi yang dianggap menyesatkan dan menyerang nama baik. Keduanya menegaskan, jika iklan serupa terus ditayangkan, mereka tidak segan membawa kasus ini ke jalur hukum.
Melansir Tekno Kompas, Kontroversi bermula ketika Xiaomi pada 1 April 2025 menayangkan iklan satu halaman penuh di media India.
Baca Juga:
Xiaomi TV A Pro Series 2026 Rilis di Indonesia, Tawarkan Pengalaman Smart Living
Iklan tersebut menyindir kamera iPhone 16 Pro Max yang disebut “kurang mengesankan”, lalu membandingkannya dengan kamera Leica Xiaomi 15 Ultra yang diklaim lebih superior. Xiaomi juga menyerang produk televisi Samsung dalam kampanye serupa.
Langkah itu langsung menuai reaksi keras. Bagi Samsung, sindiran terbuka Xiaomi dianggap masuk ke ranah pencemaran nama baik karena bisa menggerus kepercayaan konsumen.
Padahal, India kini menjadi pasar kunci bagi ketiga perusahaan. Data IDC kuartal II 2025 menunjukkan Samsung masih memimpin dengan pangsa pasar 14,5%, disusul Xiaomi 9,6%, dan Apple 7,5%.
Meski di posisi ketiga, Apple justru mencatat pertumbuhan tertinggi dengan penjualan iPhone 16 Series mencapai 5,9 juta unit di India.
Strategi agresif Xiaomi memang berhasil menarik perhatian publik, tetapi juga mengundang risiko besar. Jika Apple dan Samsung benar-benar menempuh jalur hukum, reputasi Xiaomi di segmen premium India bisa terancam goyah. Hingga kini, Xiaomi belum memberikan tanggapan resmi terkait somasi tersebut.
(Budis)











