17 Tahun Penantian, 90 Menit yang Akan Dikenang

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, SUARMAHASISWAAWARDS –Laga final menghadapkan Spurs dengan sesama klub Inggris yaitu Manchester United. Sebuah bentrokan klasik dengan tekanan mental luar biasa. Keduanya memiki ambisi dan harapan yang sama yaitu menjadi juara, Tapi di menit ke-42, momen itu datang kepada Spurs, Umpan silang dari Pape mater Sarr membentur Luke Shaw, memantul ke arah Brennan Johnson dan Onana telat beraksi atas aksi yang dilakukan johnson entah apa yang ada dipikiran onana dan dunia membisu sedetik sebelum stadion meledak.Gol yang dinanti-nanti para penggemar Spurs selama 17 tahun lamanya untuk mereka bisa mendapatkan

Gol itu menjadi satu-satunya pada malam itu, cukup untuk memahat nama Tottenham di piala yang sebelumnya terasa asing bagi mereka. Ketika peluit panjang ditiup, para pemain berlari, jatuh, menangis, tertawa Bahagia. Bukan karena menang tapi karena sebuah penantian selama 17 tahun yang menjadi kenyataan.

Bagi para pendukung, itu lebih dari sekadar hasil pertandingan. Itu adalah pelepasan dari trauma masa lalu final demi final yang terlewatkan, ejekan dari rival, dan musim-musim yang diakhiri dengan kata “nyaris”. Malam itu, di bawah sorotan lampu San Mamés, luka lama menemukan obatnya.

Di bangku cadangan, manajer Ange Postecoglou berdiri terpaku sejenak kemudian menatap lagit seolah-olah malaikat sedang memberikanya wahyu atas kemenanangan ini. Matanya berkaca-kaca. Pria yang datang dengan filosofi sepak bola menyerang dan mentalitas juara akhirnya membawa Spurs menuju garis akhir. Bukan dengan ledakan bintang-bintang mahal, tapi dengan kerja tim, keberanian, dan keyakinan.

Para pemain muda seperti Alejo Véliz dan Udogie memeluk Son Heung-min, yang matanya sembab namun bibirnya tersenyum lebar.Buah jeri dari kesabaran dan tekat yang kuat membuat son akhirnya bisa membawa spurs juara Tapi bagi Son, yang telah memberi segalanya untuk klub ini, tahu bahwa penghargaan sejati bukan benda yang digantung di dada, tapi sejarah yang dikenang di kepala.

Sejak 2008, Spurs tidak pernah mengangkat trofi besar. Sejak 1984, mereka tak pernah merasakan gelar Eropa. Tapi pada malam di Bilbao, semua itu berubah. Dalam 90 menit keabadian, mereka menulis ulang masa lalu  dan membuka pintu menuju masa depan yang sepenuhnya baru dan ini menjadi momen Sejarah yang akan terus dikenang bagi para Penggemar Spur .

Penulis:

Firmasah Sidik Purnama

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Gairah Baru Yamaha Aerox 155, Aplikasi Warna yang Elegan

2

Cara Tepat Atasi Face ID di iPhone yang Tidak Berfungsi

3

Philips 9000 Series, Powerbank Canggih dengan Daya Monster

4

Cara Mudah Melacak Jumlah Langkah Kaki dengan HP Android dan iPhone

5

Cara Mudah Bayar STNK Atas Nama Orang Lain
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg