BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebanyak dua anak dilaporkan hanyut terbawa arus deras saat banjir melanda kota Semarang, Jawa Tengah.
Satu di antara dua anak tersebut merupakan laki-laki berusia 7 tahun yang ditemukan meninggal dunia pada Rabu (29/10) dini hari, sementara satu korban lainnya, anak perempuan berusia 9 tahun, masih dalam pencarian.
Tim gabungan dari BPBD Kota Semarang, Polri, TNI, dan SAR, dibantu para relawan, sejak pagi terus menyisir aliran air untuk mencari korban yang diketahui berinisial A (9).
Korban diduga terpeleset ke saluran air dan terseret arus di kawasan Jalan Argo Mulyo, Perumahan Mukti Asri, Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan.
Sementara itu, korban lainnya yang telah ditemukan, berinisial ARA (7), siswa MI Tarbiyatuss Sibyan, turut terseret banjir saat hendak pulang sekolah.
Peristiwa tragis tersebut terjadi tak jauh dari lingkungan sekolahnya di wilayah Tlogomulyo, Pedurungan.
“Korban ditemukan sudah meninggal di aliran Sungai Kwaron, Alas Tua, Genuk dini hari tadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto, Rabu (29/10/2025).
Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, jenazah korban laki-laki yang dilaporkan hilang sejak pulang sekolah sekitar pukul 11.00 WIB, diserahkan kepada pihak keluarga di Jamus Godo, Mranggen, Kabupaten Demak, untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, kata Endro Pudyo Martanto.
Sementara itu, korban lainnya, seorang anak perempuan berinisial A, warga Sedayu Tugu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, yang dilaporkan hanyut pada Selasa (28/10) petang, hingga kini belum ditemukan.
Tim gabungan bersama relawan masih terus melakukan pencarian dengan menyusuri saluran irigasi yang mengarah ke Sungai Gasem, Genuk.
Relawan Siswanto menjelaskan, peristiwa nahas yang menimpa anak perempuan tersebut terekam kamera CCTV. Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan perumahan hingga menyebabkan banjir.
Saat itu korban berjalan bersama ibunya, Fitria Indriyani, tanpa mengetahui adanya perbaikan gorong-gorong di jalur tersebut.
Korban yang berjalan di depan tiba-tiba terperosok ke gorong-gorong dan terseret arus, sementara sang ibu berusaha mengejar dan menyelamatkannya dengan menceburkan diri ke saluran air.
Baca Juga:
Imbas Banjir Semarang, Terjadi Keterlambatan hingga Pembatalan Kereta
Banjir Grobogan Makin Parah, Genangi Rel Kereta Semarang-Surabaya
Namun, hingga pencarian dilakukan hingga pagi hari dengan menyusuri aliran irigasi yang mengarah ke Sungai Gaerm, korban masih belum berhasil ditemukan, ujar Siswanto.
“Bersama tim terpadu kita berusaha dapat menemukan korban dan terus menyusuri saluran irigasi dan sungai,” imbuhnya.
(Vini Virdiyanti/Aak)











