JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Langkah ini bertujuan mengubah ketergantungan penerima bantuan sosial (bansos), khususnya usia produktif, menjadi kemandirian.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, usai menghadiri rapat terbatas membahas program pemberdayaan masyarakat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
“Kita ajak keluarga penerima manfaat yang usia produktif harus punya semangat yang sama untuk berdaya,” tegas Gus Ipul, mengutip Info Publik, Rabu (5/11/2025).
Menurut Gus Ipul, fokus pada pemberdayaan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang diwujudkan dengan adanya Kementerian Koordinator yang khusus menangani bidang tersebut.
“Ini menandai komitmen kuat Bapak Presiden. Jangan semata-mata bansos, karena kalau tidak diiringi pemberdayaan, akhirnya demotivasi. Banyak (penerima) hanya berharap datangnya bansos,” ujarnya menegaskan.
Bantuan Lebih Besar dari Sekadar Bansos
Mensos membeberkan bahwa bentuk program pemberdayaan yang sedang dikaji pemerintah jauh lebih substansial daripada bantuan tunai. Bantuan yang dimaksud antara lain modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendukung pengembangan usaha lainnya.
“Program pemberdayaan itu sebenarnya lebih besar bantuannya daripada bansos,” jelas Gus Ipul.
Bagi penerima yang ingin bekerja, pemerintah akan mengarahkan mereka untuk mengikuti program pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan atau Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Tinggal pilih yang cocok saja,” tambahnya.
BACA JUGA
Bansos PKH November 2025 Cair, Begini Cara Cek Penerimanya!
Bansos BLT Kesra Rp900 Ribu Telat Cair, Menkeu Periksa Penyebabnya
Pengecualian bagi Kelompok Rentan
Strategi utama pemerintah adalah mengintegrasikan seluruh program pemberdayaan yang ada agar tepat sasaran kepada penerima bantuan sosial.
“Intinya, mengintegrasikan program dalam kerangka pemberdayaan keluarga penerima manfaat supaya mereka tidak bergantung kepada bansos, tetapi memiliki semangat untuk mandiri,” papar Gus Ipul.
Kebijakan ini, however, tidak berlaku universal. Mensos menegaskan bahwa kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas masih dimungkinkan menerima bansos secara berkelanjutan.
“Itu mungkin bisa menjadi bagian dari program bansos seumur hidup. Tetapi bagi yang usia produktif dan sehat, mari kita sama-sama lakukan pemberdayaan,” pungkas Saifullah Yusuf.
(Aak)











