Agar Penerima Bansos Tidak Keenakan, Pemerintah Ubah Pola Bantuan Sosial

bantuan sosial
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Langkah ini bertujuan mengubah ketergantungan penerima bantuan sosial (bansos), khususnya usia produktif, menjadi kemandirian.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, usai menghadiri rapat terbatas membahas program pemberdayaan masyarakat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

“Kita ajak keluarga penerima manfaat yang usia produktif harus punya semangat yang sama untuk berdaya,” tegas Gus Ipul, mengutip Info Publik, Rabu (5/11/2025).

Menurut Gus Ipul, fokus pada pemberdayaan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang diwujudkan dengan adanya Kementerian Koordinator yang khusus menangani bidang tersebut.

“Ini menandai komitmen kuat Bapak Presiden. Jangan semata-mata bansos, karena kalau tidak diiringi pemberdayaan, akhirnya demotivasi. Banyak (penerima) hanya berharap datangnya bansos,” ujarnya menegaskan.

Bantuan Lebih Besar dari Sekadar Bansos

Mensos membeberkan bahwa bentuk program pemberdayaan yang sedang dikaji pemerintah jauh lebih substansial daripada bantuan tunai. Bantuan yang dimaksud antara lain modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendukung pengembangan usaha lainnya.

“Program pemberdayaan itu sebenarnya lebih besar bantuannya daripada bansos,” jelas Gus Ipul.

Bagi penerima yang ingin bekerja, pemerintah akan mengarahkan mereka untuk mengikuti program pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan atau Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Tinggal pilih yang cocok saja,” tambahnya.

BACA JUGA

Bansos PKH November 2025 Cair, Begini Cara Cek Penerimanya!

Bansos BLT Kesra Rp900 Ribu Telat Cair, Menkeu Periksa Penyebabnya

Pengecualian bagi Kelompok Rentan

Strategi utama pemerintah adalah mengintegrasikan seluruh program pemberdayaan yang ada agar tepat sasaran kepada penerima bantuan sosial.

“Intinya, mengintegrasikan program dalam kerangka pemberdayaan keluarga penerima manfaat supaya mereka tidak bergantung kepada bansos, tetapi memiliki semangat untuk mandiri,” papar Gus Ipul.

Kebijakan ini, however, tidak berlaku universal. Mensos menegaskan bahwa kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas masih dimungkinkan menerima bansos secara berkelanjutan.

“Itu mungkin bisa menjadi bagian dari program bansos seumur hidup. Tetapi bagi yang usia produktif dan sehat, mari kita sama-sama lakukan pemberdayaan,” pungkas Saifullah Yusuf.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru