BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota DPRD Akhmad Marjuki menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan Jawa Barat yang merata dan berkelanjutan. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri rapat pembahasan Rancangan APBD 2026 bersama Dinas BMPR, Dinas SDA, dan Bappeda Jawa Barat di Badan Penghubung Provinsi.
Menurut Akhmad Marjuki, proses penyusunan anggaran tidak hanya sekadar merumuskan angka, tetapi memastikan bahwa setiap rencana pembangunan memiliki kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Karena itu, ia menilai pentingnya forum lintas dinas untuk memadukan perspektif, data, serta arah kebijakan masing-masing sektor.
Baca Juga:
Akhmad Marjuki Desak Kebijakan Tambang Berpihak pada Keselamatan dan Keberlanjutan
“Setiap rencana pembangunan harus memberikan dampak langsung ke masyarakat. Kita ingin memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan warga,” kata Akhmad Marjuki.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis seperti perbaikan infrastruktur, ketahanan air, dan peningkatan layanan publik menjadi perhatian utama. Ia berharap pola kerja kolaboratif yang diterapkan saat ini dapat terus dilanjutkan demi memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.
Akhmad Marjuki memastikan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang komunikasi antarlembaga agar APBD 2026 mampu menghadirkan manfaat nyata, bukan hanya rencana di atas kertas.
(Hafidah Rimsyanti/_Usk)











