Anak Harimau Benggala Mati Misterius di Bandung Zoo

Bandung Zoo Diserahkan ke Pemkot Bandung. harimau mati bandung zoo
(Instagram/nurlaela0319)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kabar duka datang dari Bandung Zoo setelah seekor anak Harimau Benggala bernama Hara dilaporkan mati. Satwa berusia delapan bulan itu merupakan bagian dari program konservasi di lembaga tersebut.

Kematian Hara memicu perhatian publik, mengingat satwa ini sebelumnya menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.

BBKSDA Lakukan Penyelidikan

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) membenarkan insiden tersebut. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan.

Humas BBKSDA Jabar, Eri Mildranaya, mengatakan bahwa penanganan awal telah dilakukan, termasuk pemeriksaan terhadap bangkai satwa.

“Hasil lengkapnya masih menunggu pemeriksaan dokter hewan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Proses Nekropsi Masih Berlangsung

Untuk mengungkap penyebab kematian, tim melakukan proses nekropsi atau autopsi pada satwa. Analisis ini bertujuan mengetahui apakah kematian disebabkan oleh faktor penyakit, lingkungan, atau kemungkinan lain.

BBKSDA menegaskan hasil akhir akan disampaikan setelah seluruh proses pemeriksaan dinyatakan selesai dan valid.

Hara lahir pada 12 Juli 2025 bersama saudaranya, Huru. Keduanya merupakan anak dari pasangan induk Sahrulkan dan Jelita.

Keberadaan dua anak harimau tersebut sebelumnya menjadi simbol keberhasilan program konservasi di Bandung Zoo. Selain menarik minat pengunjung, kelahiran mereka juga menjadi bagian dari upaya pelestarian spesies yang terancam punah.

Namun, kematian Hara kini menimbulkan tanda tanya baru terkait kondisi dan pengelolaan satwa di lembaga konservasi tersebut.

Baca Juga:

Dua Pendaki Hilang di Gunung Galang Tolitoli, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Arus Kendaraan ke Lembang Naik 23 Persen, Polisi Sebut Masih Terkendali

Insiden ini berpotensi memicu evaluasi lebih luas terhadap standar perawatan satwa di kebun binatang, khususnya terkait kesehatan dan pengawasan hewan dilindungi.

Publik kini menunggu hasil resmi dari BBKSDA untuk memastikan penyebab kematian, sekaligus menjawab kekhawatiran atas keberlangsungan program konservasi di Bandung Zoo.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru