Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Kabupaten Sumedang

Gempa Sumedang
Analisi Geologi Kejadian Gempa Bumi Kabupaten Sumedang (dok. badan geologi)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 21 Mei 2025, pukul 03:10:14 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6,83 LS dan 107,94 BT, berjarak 4 km timur laut Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan magnitudo M 3,7 pada kedalaman 4 km.

Kondisi Geologi dan Penyebab Gempa Bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat. Kondisi daerah terdekat dengan pusat gempa bumi memiliki morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan hingga pegunungan yang tersusun oleh batuan Kuarter Non Vulkanik, Kuarter Vulkanik, dan Tersier.

Baca Juga:

BPBD Pastikan Tidak Ada Kerusakan Parah Akibat Gempa Sumedang

Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Sumedang

Menurut data Badan Geologi, daerah tersebut Sebagian besar tersusun oleh Kelas C (tanah sangat padat dan batuan lunak), Kelas D (tanah sedang), dan Kelas E (tanah lunak). Endapan Kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, dan belum kompak memperkuat efek guncangan. Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif.

Dampak Gempa

Berdasarkan informasi dari BMKG guncangan gempa bumi ini dirasakan dengan Intensitas II-III Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) di Kecamatan Cimalaka.

Hingga laporan ini dibuat (pukul 06:10 WIB) belum ada informasi adanya korban jiwa atau kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut Badan Geologi, daerah sekitar pusat gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi menengah hingga tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami.

Berikut Rekomendasi Badan Geologi:

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.
  3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran. (Usamah Kustiawan)
Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru