BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti tantangan besar yang menanti Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa. Ada empat pekerjaan rumah (PR) utama yang harus diselesaikan agar kebijakan fiskal lebih optimal tanpa menghambat laju pertumbuhan ekonomi.
Menurut analis kebijakan ekonomi Apindo, Ajib Hamdani, PR pertama adalah mengoptimalkan kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menilai peran kebijakan fiskal selama ini belum maksimal dalam mendongkrak pertumbuhan.
“Kalau kita lihat struktur pendongkrak pertumbuhan ekonomi, sebenarnya kebijakan fiskal belum memainkan peran yang maksimal,” ujar Ajib dalam program Investor Market Today di YouTube Beritasatu, Selasa (9/9/2025).
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan bahwa fiskal harus menjadi daya ungkit pertumbuhan. Namun, realisasi hingga kini masih tertahan. Pertumbuhan ekonomi tercatat 4,87% pada kuartal I 2025 dan 5,12% pada kuartal II 2025 di bawah ekspektasi pemerintah.
Baca Juga:
Selain itu, Ajib menyoroti perlunya perbaikan basis penerimaan negara. Ia menilai target pertumbuhan ekonomi 5% tahun ini tidak sejalan dengan target penerimaan pajak sebesar Rp 2.189 triliun. Apindo memperkirakan shortfall pajak bisa mencapai Rp 120 triliun pada akhir 2025.
Ajib menekankan bahwa 20-30% PDB Indonesia masih berasal dari grey economy yang tidak tercatat resmi. Hal ini menyebabkan potensi pajak yang hilang cukup besar. Pemerintah diharapkan mampu menjangkau sektor ini untuk menambah penerimaan negara.
PR ketiga bagi Menkeu Purbaya adalah meningkatkan penerimaan pajak tanpa membebani sektor riil. Hal ini krusial karena utang jatuh tempo dari 2025 hingga 2027 diperkirakan mencapai Rp 800 triliun per tahun, yang sebagian besar harus ditopang penerimaan pajak.
Keempat adalah memastikan implementasi core tax system yang mulai berlaku Januari 2025 berjalan optimal. Hingga September, sistem ini dinilai belum beroperasi maksimal.
“Sampai kapan core tax system ini bisa berjalan dengan baik, ini yang kita tunggu,” tambah Ajib.
Meski menghadapi tantangan berat, dunia usaha tetap menaruh optimisme pada Menkeu Purbaya. Apindo mengapresiasi sikap Purbaya yang tidak melakukan perombakan besar pada sistem yang ada. Harapannya, beliau mampu menghadirkan terobosan perpajakan baru yang memperkuat fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kita akan tunggu gebrakan beliau. Dalam tiga bulan ke depan, pasar keuangan diharapkan membaik. Narasi beliau cukup bisa melihat potensi yang ada di Indonesia,” pungkas Ajib. (usamah kustiawan)











