Apindo: Ada 4 PR Berat Menkeu Purbaya untuk Optimalkan Fiskal

Meski menghadapi tantangan berat, dunia usaha tetap menaruh optimisme pada Menkeu Purbaya. Apindo mengapresiasi sikap Purbaya yang tidak melakukan perombakan besar pada sistem yang ada. Harapannya, beliau mampu menghadirkan terobosan perpajakan baru yang memperkuat fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi. "Kita akan tunggu gebrakan beliau. Dalam tiga bulan ke depan, pasar keuangan diharapkan membaik. Narasi beliau cukup bisa melihat potensi yang ada di Indonesia," pungkas Ajib.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2025)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti tantangan besar yang menanti Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa. Ada empat pekerjaan rumah (PR) utama yang harus diselesaikan agar kebijakan fiskal lebih optimal tanpa menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

Menurut analis kebijakan ekonomi Apindo, Ajib Hamdani, PR pertama adalah mengoptimalkan kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menilai peran kebijakan fiskal selama ini belum maksimal dalam mendongkrak pertumbuhan.

“Kalau kita lihat struktur pendongkrak pertumbuhan ekonomi, sebenarnya kebijakan fiskal belum memainkan peran yang maksimal,” ujar Ajib dalam program Investor Market Today di YouTube Beritasatu, Selasa (9/9/2025).

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan bahwa fiskal harus menjadi daya ungkit pertumbuhan. Namun, realisasi hingga kini masih tertahan. Pertumbuhan ekonomi tercatat 4,87% pada kuartal I 2025 dan 5,12% pada kuartal II 2025 di bawah ekspektasi pemerintah.

Baca Juga:

APINDO Resmikan Expo & UMKM Fair 2025: Mendorong UMKM Buka Akses ke Rantai Pasok, Kebijakan Kemitraan Berkeadilan dan Transformasi UMKM

Rakerkonas ke-34, APINDO Kumpulkan Pengusaha Seluruh Indonesia Konsolidasi Strategis Hadapi Tantangan Dunia Usaha Menuju Indonesia Emas 2045

Selain itu, Ajib menyoroti perlunya perbaikan basis penerimaan negara. Ia menilai target pertumbuhan ekonomi 5% tahun ini tidak sejalan dengan target penerimaan pajak sebesar Rp 2.189 triliun. Apindo memperkirakan shortfall pajak bisa mencapai Rp 120 triliun pada akhir 2025.

Ajib menekankan bahwa 20-30% PDB Indonesia masih berasal dari grey economy yang tidak tercatat resmi. Hal ini menyebabkan potensi pajak yang hilang cukup besar. Pemerintah diharapkan mampu menjangkau sektor ini untuk menambah penerimaan negara.

PR ketiga bagi Menkeu Purbaya adalah meningkatkan penerimaan pajak tanpa membebani sektor riil. Hal ini krusial karena utang jatuh tempo dari 2025 hingga 2027 diperkirakan mencapai Rp 800 triliun per tahun, yang sebagian besar harus ditopang penerimaan pajak.

Keempat adalah memastikan implementasi core tax system yang mulai berlaku Januari 2025 berjalan optimal. Hingga September, sistem ini dinilai belum beroperasi maksimal.

“Sampai kapan core tax system ini bisa berjalan dengan baik, ini yang kita tunggu,” tambah Ajib.

Meski menghadapi tantangan berat, dunia usaha tetap menaruh optimisme pada Menkeu Purbaya. Apindo mengapresiasi sikap Purbaya yang tidak melakukan perombakan besar pada sistem yang ada. Harapannya, beliau mampu menghadirkan terobosan perpajakan baru yang memperkuat fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita akan tunggu gebrakan beliau. Dalam tiga bulan ke depan, pasar keuangan diharapkan membaik. Narasi beliau cukup bisa melihat potensi yang ada di Indonesia,” pungkas Ajib. (usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Harga dan Spesifikasi Motor Honda CB, Incaran Kolektor!

2

Rilis Inovasi Baru, Google Lens Bisa Jawab Pertanyaan Video!

3

Saatnya Hangatkan Tubuh dengan Sup Miso! Cek, Resepnya

4

Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia

5

Konsumen BBM Pertalite Wajib Scan QR Code di Bandung
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg