Arus Mudik di Terminal Leuwipanjang Mereda, Setelah H-4 Jelang Lebaran Membludak

Arus Mudik di Terminal Leuwipanjang Mereda, Setelah H-4 Jelang Lebaran Membludak
Bus di Terminal Leuwipanjang (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Pagi hingga sore suasana di Terminal Leuwipanjang tampak lebih terkendali dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Puncak arus mudik yang terjadi pada H-4 kini mulai melandai, meskipun pergerakan pemudik masih terus berlangsung.

Berdasarkan pantauan Teropongmedia di lokasi meskipun kepadatan berkurang, aktivitas di terminal Leuwipanjang tetap sibuk dengan arus keberangkatan dan kedatangan.

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat menjelaskan lonjakan besar terjadi pada hari Kamis (27/3/2025) H-4 jelang lebaran, tercatat 6.131 penumpang berangkat dan 6.374 penumpang tiba di terminal.

Jumlah tersebut merupakan angka tertinggi selama arus mudik tahun ini. Namun, setelah lonjakan besar tersebut, jumlah penumpang yang berangkat dan tiba mengalami penurunan secara bertahap.

“Hari ini kami memprediksi jumlah penumpang yang berangkat berkisar antara 3.500 hingga 3.700 orang, dengan jumlah kendaraan yang beroperasi sekitar 300 hingga 350 unit,” ujar Asep saat ditemui, Kantor Terminal Leuwipanjang, Jumat (28/3/2025).

Asep menambahkan arus mudik diperkirakan akan berakhir H-2. Sebab, umumnya pada Hari Raya suasana terminal akan jauh lebih sepi.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi kelancaran arus mudik kali ini yakni penerapan sistem one way di Tol Cikampek.

Sistem tersebut, meskipun bertujuan untuk memperlancar arus kendaraan pribadi menuju daerah tujuan mudik, turut berdampak pada keterlambatan kedatangan bus ke Terminal Leuwipanjang.

“Armada memang datang lebih telat dari biasanya, tetapi sejauh ini kami pastikan tidak terjadi penumpukan penumpang. Semua pemudik masih bisa terangkut dengan bus yang tersedia,” ucapnya

Selain itu, Asep juga menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran arus mudik meskipun ada hambatan di perjalanan.

Adapun untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Terminal Leuwipanjang telah menyiapkan 159 bus antar kota antar provinsi (AKAP) serta 300 bus antar kota dalam provinsi (AKDP). Dengan total lebih dari 459 armada, diharapkan kapasitas angkutan tetap mencukupi meskipun ada keterlambatan akibat sistem one way.

Asep pun mengungkapkan jika terjadi lonjakan penumpang yang tidak terduga, pihak terminal akan menerapkan kebijakan perbantuan armada dari trayek lain.

Namun, terminal memastikan tidak akan menggunakan bus pariwisata sebagai alternatif angkutan reguler. Sebab, menurut Asep hal tersebut dapat mengganggu kelancaran operasional bus-bus yang telah ditentukan.

Asep mengungkapkan beberapa trayek yang menjadi favorit pemudik dan mengalami lonjakan signifikan yakni, untuk trayek antar kota dalam provinsi (AKDP), rute yang paling padat di antaranya Sukabumi, Bekasi, Bogor, Depok, Cileungsi, dan Leuwiliang.

Sedangkan untuk trayek antar kota antar provinsi (AKAP), arus mudik paling tinggi terjadi pada rute Padang, Palembang, Malang, Banda Aceh, Merak, dan Jakarta.

“Rute ke Malang sudah penuh sejak H-7. Tiket untuk keberangkatan ke sana sudah habis jauh-jauh hari, bahkan sebelum puncak arus mudik,” ujarnya

Selain lonjakan penumpang di trayek reguler, Asep mengatakan program Mudik Gratis yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menjadi alternatif bagi pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman tanpa biaya.

BACA JUGA:

Jelang Lebaran, PSC 119 Dinkes Kota Bandung Siaga 24 Jam Selama Mudik Lebaran

Waspada Pencurian Rumah Kosong Saat Arus Mudik dan Balik

Dalam program ini, rute Bandung – Sukabumi mengangkut sekitar 156 hingga 165 penumpang, sementara untuk rute Bandung – Serang (Banten), setiap bus membawa sekitar 40 penumpang.

Asep menambahkan untuk memastikan keselamatan perjalanan bagi para pemudik, pihak terminal bekerja sama dengan BNN dan tenaga medis dari Puskesmas Kota Bandung untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi para pengemudi bus.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan semua pengemudi dalam kondisi prima sebelum membawa para penumpang dalam perjalanan jauh.

Asep mengungkapkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan 14 dari 65 pengemudi mengalami hipertensi.

Pengemudi yang mengalami tekanan darah tinggi diminta untuk beristirahat dan mendapatkan perawatan sebelum diperbolehkan kembali mengemudi.

“Jika ada pengemudi yang tidak sehat atau terbukti positif dalam tes urine, keberangkatannya akan ditunda hingga kondisinya stabil. Kami juga memberikan obat dan vitamin kepada pengemudi yang membutuhkan, agar mereka tetap fit dalam menjalankan tugasnya,” ungkapnya

Selain itu, Asep menyampaikan pemeriksaan kesehatan pengemudi, ambulans dari PMI juga selalu siaga setiap hari di terminal untuk menangani situasi darurat yang mungkin terjadi, baik pada penumpang maupun kru bus.

(Kyy/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru