BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus bergerak cepat dalam menanggulangi permasalahan banjir tahunan di wilayahnya. Sebagai langkah konkret jangka panjang, Pemkab Bandung berencana segera membangun 2 (dua) danau retensi banjir di kawasan Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang.
Rencana strategis ini diambil setelah Bupati Bandung, Dadang Supriatna, meninjau langsung kondisi kritis aliran Sungai Cikeruh yang mengalami pendangkalan hebat akibat sedimentasi tanah yang tinggi. Aliran sungai ini diketahui mengalir dari kawasan Tegalluar dan bermuara langsung ke Sungai Citarum.
“Kehadiran saya di sini adalah untuk menindaklanjuti laporan dari rekan-rekan Satgas mengenai kondisi sungai yang sudah mengalami pendangkalan serius, di mana tingkat sedimentasinya memang memerlukan perhatian khusus,” ujar Bupati yang akrab disapa KDS ini saat meninjau lokasi Aliran Sungai Cikeruh.
Kolaborasi Pusat dan Daerah: Usulan Disetujui Kementerian PU
Rencana pembangunan dua danau retensi ini bukan sekadar wacana. Bupati Dadang Supriatna menegaskan bahwa usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat.
Keberhasilan lobi anggaran dan program ini tidak lepas dari sinergi kuat antara eksekutif di daerah dan legislatif di tingkat nasional.
- Koordinasi Strategis: Pertemuan tatap muka dengan Menteri PU merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif via video call bersama Wakil Ketua DPR RI, H. Cucun Ahmad Syamsurijal.
- Respon Pusat: Usulan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Kabupaten Bandung tersebut langsung disetujui oleh Kementerian PU.
- Penyediaan Lahan: Lahan untuk 2 danau retensi ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung dengan para pengusaha lokal.
“Ini adalah ikhtiar konkret kita di daerah untuk penanganan banjir,” tegas Bupati yang akrab disapa Kang DS ini.
Desak BBWS Citarum Keruk 10 Juta Kubik Sedimen
Meskipun Pemkab Bandung sudah bersiap melakukan pembangunan danau retensi, Kang DS mengingatkan bahwa penanganan banjir Tegalluar tidak akan optimal jika aliran utama Sungai Citarum tidak dibenahi secara berkala.
Saat ini, diperkirakan ada sekitar 10 juta kubik sedimentasi tanah dari Sungai Citarik, Sungai Cikeruh, dan anak-anak sungai lainnya yang bermuara dan menumpuk di Sungai Citarum. Penumpukan masif inilah yang kerap memicu luapan air ke pemukiman warga saat intensitas hujan tinggi.
Pembagian Kewenangan Sungai
Berdasarkan struktur birokrasi dan regulasi, pengelolaan aliran utama Sungai Citarum berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Kementerian PU.
| Jenis Sektor | Instansi Penanggung Jawab | Aksi Nyata / Rencana |
| Danau Retensi Tegalluar | Pemkab Bandung & Pengusaha Lokal | Penyediaan Lahan & Pembangunan Jangka Pendek |
| Aliran Sungai Citarum | BBWS Citarum (Pemerintah Pusat) | Pengerukan Sedimen Berkala (Didesak Percepatan) |
Oleh karena itu, Kang DS meminta dengan sangat agar BBWS Citarum segera melakukan langkah taktis di lapangan agar selaras dengan upaya yang sedang dilakukan Pemkab Bandung.
“Demi kepentingan masyarakat luas, saya terus berkoordinasi dan memohon dukungan dari Kepala BBWS untuk bisa bersama-sama Satgas Citarum menyelaraskan program ini melalui percepatan pengerukan sedimentasi tersebut,” pungkasnya.











