BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menargetkan pembangunan 25 halte baru rampung pada akhir 2025. Pembangunan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan transportasi publik, khususnya angkutan kota dan jalur pengumpan (feeder) yang terintegrasi dengan Bus Rapid Transit (BRT).
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, mengungkapkan progres konstruksi kini telah mencapai 90 persen.
“Mudah-mudahan awal Desember sudah selesai. Ini bagian dari dukungan kami untuk operasional BRT,” kata Panji, Rabu (19/11/2025).
Panji menjelaskan sejumlah halte dibangun untuk menyesuaikan perubahan rute angkot maupun feeder. Salah satunya halte di depan SMP 5, yang sebelumnya tidak dilintasi angkot tetapi kini masuk jalur feeder setelah melalui proses branding dan penyesuaian layanan.
Selain menyesuaikan rute baru, pembangunan halte juga dilakukan berdasarkan kebutuhan di jalur lokal yang dinilai membutuhkan fasilitas pemberhentian baru demi kenyamanan penumpang.
Baca Juga:
Pemkot Bandung Pastikan Perlindungan UMKM Terdampak Proyek BRT, Data Pelaku Usaha Sedang Divalidasi
Proyek BRT Bandung Dimulai, Pemkot Siapkan Kompensasi untuk 336 Jukir
Seluruh halte baru dirancang dengan konsep minimalis namun fungsional. Setiap halte dilengkapi atap pelindung, namun untuk efisiensi perawatan dan keamanan, fasilitas tempat duduk tidak disertakan.
Dishub Bandung mengoperasikan tim swakelola yang bertugas melakukan pembersihan dan perawatan halte setiap hari. Laporan masyarakat mengenai vandalisme, kebersihan, atau kerusakan fasilitas juga ditindaklanjuti secara berkala.
“Yang paling sering itu vandalisme. Selain itu, banyak atap halte rusak akibat tumpukan daun, terutama yang berada di bawah pepohonan,” ucapnya.
Salah satu kasus terjadi pada halte dekat SMP 14 yang mengalami kerusakan atap karena beban daun kering yang menumpuk.
Untuk menjaga standar layanan, Dishub menyiapkan tim teknis yang siaga 24 jam menangani aduan mendesak terkait kerusakan fasilitas publik.
Panji menambahkan tidak semua halte berada dalam kewenangan Pemkot Bandung. Beberapa merupakan aset Damri sehingga penanganan perawatan harus disesuaikan dengan kepemilikan dan mekanisme masing-masing.
Dengan rampungnya 25 halte pada tahun ini, Dishub berharap kualitas layanan transportasi publik semakin meningkat sehingga mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang lebih nyaman dan efisien.
“Semoga fasilitas yang dibangun ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan memperkuat budaya menggunakan angkutan umum,” ujarnya.
(Kyy/_Usk)










