BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan percepatan penanganan sampah kini berjalan signifikan setelah Pemkot Bandung melakukan perombakan besar pada sistem antrian truk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
Dengan skema baru tersebut, Farhan menargetkan seluruh tumpukan sampah lama di kota ini dapat dituntaskan pada 23–24 November 2025.
Farhan menjelaskan, sejak Kamis malam pemerintah mulai menerapkan pola baru pengangkutan sampah untuk mengurai antrean truk yang selama ini menjadi hambatan utama.
“Sejak tadi malam alur pengangkutan sudah kita tata ulang. Antrian yang sebelumnya hanya satu jalur dan mengular jauh, sekarang kami bagi dalam beberapa jalur kecil agar lebih cepat,” kata Farhan, Jumat (14/11/2025).
Menurutnya, percepatan tidak dilakukan dengan menambah jumlah perjalanan truk, melainkan mengganti jenis armada agar lebih efisien.
“Ritase tidak berubah, tapi ukuran truknya yang kami sesuaikan. Armada kecil bisa mengantri lebih banyak. Kalau sebelumnya satu jalur hanya bisa menampung 40 truk besar, sekarang bisa sampai 70 truk kecil,” ucapnya.
Farhan juga menambahkan, rincian teknis akan dijelaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun prinsip dasarnya adalah memperluas titik masuk dan mempercepat proses bongkar muat di dalam TPA.
Untuk menghindari penumpukan lebih lama, Pemkot juga mempercepat jadwal pembersihan di sejumlah TPS. Salah satunya TPS Pasar Sederhana yang awalnya dibersihkan minggu depan, namun dimajukan karena kondisi sudah kritis.
Farhan optimistis tumpukan sampah lama yang sudah menggunung dalam beberapa hari terakhir dapat diselesaikan tuntas pekan depan.
Baca Juga:
100 Ton Sampah Terangkat, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan TPS Gunung Batu Timur
Di Balik Kota yang Bersih, Kisah Para Sopir Truk Sampah Bandung yang Berjuang Tanpa Lelah
“Targetnya tanggal 23–24 November semua tumpukan lama selesai. Sampah baru tentu tetap masuk setiap hari, tapi yang penting tumpukan lama dibereskan terlebih dahulu dan TPS tidak boleh menahan sampah lebih dari tiga hari,” tegasnya.
Di sisi lain, mobil kompaktor tetap beroperasi normal membawa residu ke Cicukang Holis. Farhan mengaku salah satu hambatan terbesar adalah kondisi jalan menuju zona pembuangan di Sarimukti yang menyempit akibat curah hujan tinggi.
“Jalur masuk sangat terbatas karena hujan menimbulkan risiko longsor. Biasanya truk bisa masuk sampai 3 kilometer ke dalam, sekarang baru 1 kilometer sudah tidak boleh,” ujarnya.
Oleh karena itu, Pemkot memilih memanfaatkan jalur-jalur kecil yang lebih aman untuk menjaga kelancaran pengangkutan.
“Kuota tetap, ritase tetap. Yang berubah hanya pola antriannya,” katanya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Bandung menyiapkan program besar untuk memperluas kawasan bebas sampah.
“DLH akan meluncurkan program satu RW satu petugas pemilah. Targetnya kawasan bebas sampah meningkat dua kali lipat, dari 400 menjadi minimal 800 kawasan,” pungkasnya.
Dengan total 1.597 RW di Kota Bandung, Farhan menilai kebijakan ini menjadi strategi penting menekan volume sampah yang masuk TPS sehingga beban TPA dapat berkurang secara signifikan.
(Kyy/_Usk











