BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Kota Bandung yang selama ini dikenal dengan udara sejuknya, kini berubah drastis. Hampir sepekan terakhir, warga di berbagai wilayah mengeluhkan suhu panas yang menyengat, terutama pada siang hari. Udara terasa begitu gerah hingga banyak warga memilih tidur di lantai demi mencari kesejukan.
Rangga (25), warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeunying Kidul, mengaku heran dengan kondisi cuaca beberapa hari terakhir. Menurutnya, panas kali ini jauh lebih menyengat dari biasanya.
“Biasanya Bandung itu adem, bahkan di siang hari masih terasa sejuk. Tapi sekarang panasnya benar-benar bikin gerah, sampai di dalam rumah pun masih berasa,” kata Rangga, Jumat (17/10/2025).
Saking panasnya, Rangga bahkan rela meninggalkan kasur dan tidur di lantai.
“Kita nggak punya kipas atau AC, jadi ya sudah, tidur di lantai biar agak adem,” ucapnya.
Baca Juga:
Cuaca Panas Bisa Bikin Emosi Tak Stabil, Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya
BMKG Bandung Imbau Masyarakat Waspadai Peralihan Cuaca Dingin ke Panas
Rangga juga menambahkan, hawa panas yang tidak biasa ini cukup mengganggu aktivitas harian, terutama kegiatan luar ruangan.
“Biasanya bisa santai jalan-jalan sore, sekarang panasnya tuh bikin nggak betah keluar,” ujarnya.
Senada dengan Rangga, Yasril (25), warga Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong. Dirinya mengaku heran karena panas terik justru datang di pertengahan Oktober yang seharusnya sudah memasuki musim hujan.
“Aneh aja, minggu kemarin sore-sore masih sering hujan, tapi sekarang panasnya nggak kira-kira. Siang hari tuh kayak ‘ngelekep’, bikin badan lengket terus,” ujar Yasril
Menurutnya, panas ekstrem kali ini membuat tubuh lebih cepat berkeringat, bahkan setelah mandi.
“Udah mandi pun tetap aja keringetan. Panasnya lebih nyengat, kayak kata orang Sunda mah, ngaheab,” ucapnya.
Akibat paparan panas yang terus-menerus, Yasril dan teman-temannya mengalami kulit kemerahan hingga kering seperti terbakar.
“Teman-teman saya juga banyak yang tangannya merah dan perih, terutama yang kerja di luar ruangan,” katanya.
Untuk mengatasi kondisi ini, Yasril mengubah gaya berpakaian dan rutinitasnya.
“Kalau di luar pakai baju panjang biar nggak langsung kena matahari, tapi di dalam ruangan ganti baju pendek biar nggak gerah. Sekarang juga rutin pakai moisturizer, sunscreen, sampai sarung tangan supaya kulit nggak makin terbakar,” pungkasnya.
Fenomena suhu panas di Bandung ini membuat warga berharap hujan segera turun. Bagi kota yang identik dengan kesejukan, kondisi cuaca ekstrem ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim kini semakin nyata terasa di keseharian.
(Kyy/_Usk)











