JEMBER, TEROPONGMEDIA.ID – Banjir bandang disertai lumpur menerjang dua kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Senin (2/2) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia dan puluhan rumah terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan banjir bandang melanda Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji. Sebanyak 38 rumah terdampak, dengan empat di antaranya mengalami kerusakan ringan.
“Banjir bandang menerjang dua kecamatan di Jember, yakni Kecamatan Panti dan Rambipuji. Jumlah rumah terdampak sebanyak 38 unit dan empat rumah mengalami rusak ringan,” kata Edi, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (4/2/2026).
Edi menjelaskan banjir bandang bermula dari hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah hulu Sungai Badean dan sekitar Desa Pakis, Kecamatan Panti, sejak Senin sore. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Badean meningkat hingga meluap membawa lumpur dan material kayu.
“Pada pukul 19.40 WIB terjadi banjir bandang dengan arus cukup deras yang membawa lumpur, potongan bambu, dan kayu. Air meluap ke permukiman warga dan menggerus dapur rumah di bantaran sungai,” ujarnya.
Baca Juga:
Banjir Bandang Sumatera Telan 174 Korban Jiwa, 79 Hilang
BPBD mencatat lebih dari 30 rumah warga di Desa Pakis terdampak banjir bandang dengan ketinggian lumpur mencapai sekitar 20 sentimeter. Sejumlah dapur rumah warga dilaporkan ambruk akibat terjangan arus. Puluhan warga sempat mengungsi ke rumah warga setempat, termasuk keluarga korban yang hanyut.
Banjir bandang juga melanda Dusun Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Dua rumah warga terendam lumpur setinggi sekitar 40 sentimeter, sementara barongan bambu roboh dan menyumbat aliran sungai di sekitar jembatan.
Satu warga bernama Abdul Wahid (52), warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, dilaporkan terseret arus banjir bandang saat kejadian. Korban diketahui merupakan mantan Sekretaris Desa Pakis.
Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Bedadung, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, pada Selasa (3/2) petang. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh Polairud dan relawan, lalu dibawa ke rumah duka di Desa Pakis untuk dimakamkan.
Hingga Rabu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bersama instansi terkait melakukan pembersihan sisa material banjir bandang di rumah warga serta di Jembatan Tembelang, Desa Pecoro. Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dikerahkan untuk membersihkan tumpukan bambu yang menyumbat aliran air.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember membuka layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir bandang di Polindes dan Balai Desa setempat.
BPBD Jember mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Badean untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika hujan deras kembali terjadi, mengingat peringatan dini BMKG terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur pada periode 1–10 Februari 2026.











