Barantin Musnahkan Ribuan Tanaman Cabai dan Mentimun Asal China Terinfeksi Bakteri Berbahaya

Cabai asal China mengandung bakteri
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengamankan ribuan tanaman cabai dan mentimun asal China yang terbukti mengandung bakteri berbahaya di wilayah Purwakarta, Jawa Barat. Seluruh tanaman ilegal tersebut kemudian dimusnahkan oleh petugas dengan cara dibakar.

Dalam operasi tersebut, aparat gabungan bersama Barantin memusnahkan sekitar 4.200 batang tanaman cabai dan 2.300 batang tanaman mentimun.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, tanaman-tanaman tersebut positif terinfeksi bakteri Pseudomonas cichorii, bakteri yang dapat menimbulkan penyakit pada tanaman dan menyebar dengan cepat.

Barantin menilai, jika tidak segera ditangani, penyebaran bakteri tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi sektor pertanian serta mengancam ketahanan pangan nasional.

Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, menegaskan langkah pemusnahan ini merupakan upaya preventif untuk melindungi pertanian Indonesia dari ancaman penyakit tanaman yang dapat membahayakan produksi nasional.

Terkait keamanan negara, kita melakukan pemusnahan. Nah ini yang penting disampaikan, itu terkait dengan hama penyakit. Hama penyakit ini selain menyerang tanaman itu juga, ternyata penyakit atau virus bakteri ini juga bisa menyebar ke tanaman lainnya. Itu akan menyebabkan terganggunya produktivitas para petani,” jelas Sahat pada awak media, dikutip pada Jumat (7/11/2025).

Baca Juga:

3 Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Srikaya

BRIN Temukan Ngengat Jenis Baru Hama Perusak Tanaman Cengkeh

Sahat menuturkan, langkah pemusnahan dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit tanaman yang berpotensi mengancam sektor pertanian. Tindakan ini, kata dia, menjadi bagian dari komitmen Barantin dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi pertanian Indonesia dari ancaman bakteri berbahaya.

Usai proses pemusnahan, petugas langsung memasang garis karantina di area pertanian untuk memastikan tidak terjadi penyebaran penyakit ke lahan sekitarnya.

(Vini Virdiyanti/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru