JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Peta persaingan kelas welterweight UFC kembali memanas. Kali ini, api datang dari mantan juara Belal Muhammad yang secara terbuka menolak wacana Islam Makhachev yang menyatakan ingin menantang Kamaru Usman.
Pernyataan keras itu muncul setelah Makhachev sukses mencetak sejarah dengan naik ke kelas 170 pound dan merebut sabuk juara usai mendominasi Jack Della Maddalena. Kemenangan tersebut mengguncang divisi, membuka era baru sekaligus memicu perebutan hak menantang sang juara.
Namun, Belal menilai arah wacanana justru melenceng. Ia menilai, Michael Morales lebih pantas mendapat kesempatan memperebutkan sabuk Islam Makhachev.
“Kalau bicara siapa yang benar-benar pantas,Michael Morales jelas sudah mendapatkan haknya, ” kata Belal Muhammad, melansir MMA Mania, Rabu (17/12/2025).
Malam Besar, Penantang Baru
Selain kemenangan Islam, laga malam itu juga menjadi panggung lahirnya ancaman-ancaman segar. Carlos Prates dan Michael Morales sama-sama mencatat knockout brutal, mempertegas status mereka sebagai bagian dari generasi baru welterweight UFC.
Nama-nama seperti Shavkat Rakhmonov dan Ian Garry pun masih menunggu giliran. Tapi di tengah antrean panjang itu, Islam Makhachev justru mengisyaratkan ketertarikan menghadapi Kamaru Usman.
Pilihan tersebut langsung mengundang tanda tanya besar.
Belal Muhammad: Benihnya Sudah Ditanam
Belal tak menutup kecurigaannya. Ia merasa ada skenario tertentu yang sengaja dibangun agar Islam menghadapi lawan yang relatif lebih aman.
Ia menyinggung fakta bahwa Islam Makhachev dan Kamaru Usman berada di bawah manajemen yang sama. Belal menduga faktor tersebut turut memengaruhi narasi yang berkembang di sekitar perebutan title shot.
“Kita semua bisa lihat benihnya sudah ditanam,” kata Belal. “Islam mulai bicara soal Usman sebagai penantang berikutnya. Mereka punya manajer yang sama, dan jelas ada pengaruh di situ.”
Menurutnya, secara objektif Usman belum menunjukkan performa yang cukup kuat untuk langsung kembali ke perebutan sabuk. Belal menyebut Usman sebagai lawan yang relatif lebih ringan bagi sang juara, mengingat minimnya aktivitas bertarung dan rekor terbaru yang belum stabil.
“Dia hanya bertarung satu kali dalam tiga tahun, dan rekornya 1-3, Itu bukan resume untuk title shot,” kata dia.
Baca Juga:
Islam Makhachev Bongkar Kesalahan yang Sampai Bikin Tim Khabib Nurmagomedov Trauma
Uang Bicara di UFC: Khamzat Chimaev Bidik Superfight Bernilai Jutaan Dolar Usai Pertahankan Sabuk
Sindiran Soal Rekor dan Aktivitas
Bahkan, Belal membandingkan catatan pertarungan antara dirinya dan Usman.
“Walaupun saya kalah di dua laga terakhir, saya masih 2-2. Saya masih di depan,” ujarnya.
“Kamu menolak pertarungan, lalu tiba-tiba mau title shot? Itu tidak masuk akal,” katanya,
Bagi Belal, konsistensi dan keberanian menerima tantangan seharusnya menjadi tolok ukur utama, bukan nama besar atau sejarah masa lalu.
Api Lama dengan Usman
Di akhir pernyataannya, Belal kembali menyulut api lama dengan Kamaru Usman. Perseteruan keduanya telah berlangsung bertahun-tahun dan sempat memanas di luar Octagon.
“Saya tidak lari dari siapa pun, Kalau mau bukti, ayo bertarung,” tegasnya.
Hingga kini, duel Belal Muhammad vs Kamaru Usman masih sebatas wacana. Namun dengan situasi welterweight yang penuh intrik, keputusan UFC ke depan akan menjadi penentu arah divisi ini.
Satu hal yang jelas, perebutan sabuk welterweight UFC kini bukan hanya soal siapa paling kuat, tetapi juga siapa paling siap di dalam dan di luar Octagon.
(Dist)











