BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Belinda Bencic menutup pekan penuh perjuangan dengan cerita penebusan yang sempurna. Setelah melewati dua pertandingan melelahkan berdurasi total lebih dari lima jam hanya dalam dua hari, petenis asal Swiss itu justru tampil trengginas di final Tokyo Open 2025 untuk menaklukkan Linda Noskova 6-2, 6-3.
Final di Ariake Coliseum itu bukan sekadar kemenangan biasa. Bagi Bencic, inilah penebusan yang datang tepat sepuluh tahun setelah ia kalah di final turnamen yang sama di lapangan yang kini juga menjadi saksi kebangkitannya sebagai juara Olimpiade Tokyo 2021.
“Terakhir kali saya menang di sini adalah saat Olimpiade, tapi waktu itu stadionnya kosong. Kini atmosfernya berbeda, saya bisa merasakan energi dari semua orang. Saya selalu senang bermain di Jepang, dan akhirnya saya bisa memenangkan gelar ini,” ujar Bencic, melansir WTA, Selasa (28/10/2025).
Jalan Bencic menuju final jauh dari kata mudah. Sementara lawannya, Noskova, nyaris tanpa keringat setelah mendapat dua kemenangan walkover beruntun di perempat final dan semifinal, petenis berusia 28 tahun itu harus berjuang keras di dua laga tiga set berturut-turut, termasuk mengamankan match point melawan Karolina Muchova.
Namun di partai puncak, pengalaman dan ketenangan menjadi senjatanya. Bencic bermain klinis dengan 23 winner dan hanya 13 unforced error, mengamankan semua 10 break point yang dihadapi, termasuk tujuh di set kedua. Sebaliknya, Noskova yang berusia 20 tahun tampil agresif tapi belum stabil, mencatat 28 winner namun melakukan 37 kesalahan sendiri.
“Pengalaman saya membuat perbedaan besar hari ini. Saya tahu kapan harus bertahan dan kapan harus mengambil risiko. Itu adalah pelajaran yang saya pelajari dari semua kekalahan di masa lalu,” ujar Bencic.
Baca Juga:
Elena Rybakina Dituding Main Aman, Fokus Amankan Diri Jelang WTA Finals di Riyadh?
Kemenangan ini menjadi gelar kedua Bencic pada musim 2025 dan gelar kesepuluh dalam kariernya. Ia juga mencatat pencapaian istimewa karena untuk kedua kalinya dalam tiga musim terakhir mampu meraih lebih dari satu gelar dalam satu tahun.
Dengan hasil ini, juara Olimpiade Tokyo itu akan naik ke peringkat 11 dunia, membuka peluang besar untuk kembali menembus Top 10 WTA setelah absen cukup lama akibat cedera dan masa kehamilan.
Meski menjadi lawan di final, Bencic tak lupa memberikan apresiasi hangat kepada Noskova yang baru memainkan final keduanya di level WTA 500.
“Linda adalah petenis yang luar biasa. Kau pasti akan memenangkan banyak gelar di masa depan. Sungguh kehormatan bisa berbagi lapangan denganmu. Kau memainkan tenis yang indah,” katanya.
Tokyo kembali menjadi kota istimewa bagi Bencic. Dari emas Olimpiade 2021 yang diraih tanpa penonton hingga kemenangan emosional dengan sorak-sorai penuh tahun ini, kariernya seolah berputar satu lingkaran penuh.
Bagi Bencic, kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tapi tentang ketahanan, konsistensi, dan kemampuan untuk kembali bersinar setelah badai panjang. Dan kali ini, di tempat yang sama, ia akhirnya bisa mengangkat trofi dengan senyum yang utuh.
(Budis)











