BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Film Sampai Titik Terakhirmu hadir membawa kisah yang bukan sekadar fiksi, melainkan nyata, tentang cinta, perjuangan, dan keberanian menghadapi kehilangan.
Tidak ada yang benar-benar siap kehilangan, apalagi ketika cinta baru saja menemukan bentuk terbaiknya. Itulah yang dialami oleh Sheila Selpi Lizah dan Albi Dwizky, pasangan muda yang kisah cintanya mengajarkan arti kesetiaan sejati.
Bukan cinta yang penuh janji manis, melainkan cinta yang bertahan di tengah rasa sakit, selang infus, dan waktu yang terus menghitung mundur.
Sheila didiagnosis mengidap kanker ovarium pada November 2021. Awalnya, kista di tubuhnya hanya berukuran 9 sentimeter, namun membesar hingga 24 sentimeter sebelum akhirnya ia menjalani operasi besar.
Meskipun tubuhnya melemah dan harapan mulai menipis, semangatnya tidak pernah padam. Di setiap momen sulit itu, Albi selalu hadir, bukan sekadar kekasih, tetapi penopang setia yang menemaninya melewati rasa sakit, doa, dan air mata.
Perjuangan mereka bukan hanya menguras tenaga dan emosi, tapi juga membuka mata banyak orang tentang arti mencintai tanpa pamrih.
Kisah keduanya sempat viral dan menyentuh jutaan hati yang melihat perjuangan cinta yang begitu tulus dan nyata. Bagi banyak orang, Sheila dan Albi bukan sekadar pasangan, melainkan simbol keberanian untuk tetap mencintai bahkan di ambang kehilangan.
Pada 29 Agustus 2024, Sheila mengembuskan napas terakhirnya setelah tiga tahun berjuang melawan kanker. Dua minggu sebelum berpulang, ia dan Albi resmi menikah, sebuah janji suci yang menjadi saksi betapa cinta sejati tak diukur dari lamanya waktu, melainkan kedalaman hati.
BACA JUGA
Vino G. Bastian Gaungkan Kampanye #SafeSpaceForAll Lewat Film Horor Shutter
Sinopsis Film Abadi Nan Jaya: Sebuah Ambisi Berujung Malapetaka
Kini, kisah nyata ini diangkat ke layar lebar melalui film Sampai Titik Terakhirmu, yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 November 2025.
Dibintangi oleh Mawar Eva de Jongh dan Arbani Yasiz, film ini membawa penonton menyelami perjalanan cinta yang lembut, jujur, dan menggetarkan.
Dengan penyutradaraan yang hangat dan cerita yang peka terhadap emosi, film Sampai Titik Terakhirmu menjanjikan pengalaman menonton yang tidak hanya mengharukan, tetapi juga menyadarkan.
Karena pada akhirnya, Sampai Titik Terakhirmu mengingatkan kita bahwa cinta sejati tak berhenti di ujung waktu, ia tetap hidup dalam kenangan, doa, dan keberanian untuk bertahan meski harus melepaskan.
(Risdawati/Magang UNLA/Aak)











