BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengimbau warga Kota Bandung untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. BMKG mencatat kemungkinan terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, menjelaskan, cuaca ekstrem seperti yang terjadi di kawasan Ujungberung pada Selasa (4/11) lalu yang menumbangkan pohon dan merusak ratusan rumah dipicu oleh embusan angin kuat sesaat atau downburst yang berasal dari awan Cumulonimbus (CB).
“Fenomena ini bisa muncul tiba-tiba, terutama ketika suhu panas di siang hari mendadak berubah menjadi mendung pekat di sore hari. Saat itulah awan CB berkembang pesat dan memicu hujan deras serta angin kencang,” kata Rakhmat, Kamis (6/11/2025).
Dalam analisis cuaca ekstrem terbaru, BMKG mengidentifikasi beberapa faktor yang memperkuat potensi hujan deras di wilayah Jawa Barat. Di antaranya, nilai Dipole Mode Indeks (DMI) negatif sebesar -1,94 yang menunjukkan peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.
Baca Juga:
BMKG: Puncak Musim Hujan Berlangsung 4 Bulan, Waspada Bencana Hidrometeorologi!
BMKG Percepat Sistem Peringatan Dini Gempa, Kini Hanya Tiga Menit
Selain itu, suhu muka laut yang masih hangat di sekitar perairan Indonesia memicu penguapan tinggi dan pembentukan awan hujan lebih intens. Pengaruh Siklon Tropis Kalmaegi di Filipina juga turut mengubah arah angin di wilayah Indonesia, mendorong terbentuknya awan tebal di Jawa Barat, termasuk Bandung.
“Udara di wilayah Jawa Barat saat ini sangat lembap, dengan kelembapan mencapai 55–95 persen. Kondisi atmosfer yang labil membuat awan hujan besar mudah terbentuk,” ucapnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau tiang listrik saat hujan deras disertai petir. Warga juga disarankan untuk menjauhkan peralatan elektronik dari sumber listrik selama badai berlangsung.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan, BMKG mengingatkan agar waspada terhadap potensi longsor, sementara warga di dataran rendah diminta mengantisipasi banjir lokal akibat hujan dengan durasi lama.
“Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan sering turun di Kota Bandung selama tiga hari ke depan. Cuaca ekstrem ini menjadi tanda masa peralihan menuju puncak musim hujan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memantau informasi resmi dari BMKG,” ujarnya.
(Kyy/_Usk)











