BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP pada musim 2026 diprediksi menjadi tantangan besar, bukan hanya bagi sang pebalap, tetapi juga bagi Yamaha. Meski datang dengan reputasi mentereng sebagai juara dunia World Superbike, keberhasilan Toprak di kelas utama dinilai sangat bergantung pada kesiapan teknis motor yang akan ia kendarai.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Nicolo Bulega, rival Toprak di World Superbike yang juga sempat mencicipi atmosfer MotoGP bersama Ducati pada akhir musim 2025. Menurut Bulega, perbedaan karakter antara Superbike dan MotoGP membuat bakat saja tidak cukup untuk langsung bersinar.
“Banyak hal bergantung pada bagaimana Yamaha tampil. Kami sudah melihat Fabio Quartararo, yang menurut saya sangat kuat, juga mengalami kesulitan. Toprak punya talenta luar biasa, tetapi jika Yamaha memberinya motor yang kompetitif, barulah dia bisa berada di barisan depan di MotoGP,” ujar Bulega, dikutip dari MotoGP, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga:
Yamaha Siapkan Toprak Razgatlıoglu untuk MotoGP 2026
Yamaha sendiri masih berada dalam fase pembangunan setelah menjalani musim 2025 yang berat dan finis di posisi terbawah klasemen pabrikan. Situasi ini membuat musim debut Toprak bersama Pramac Yamaha diperkirakan lebih sebagai tahun transisi ketimbang musim untuk berburu podium.
Bulega menilai tantangan utama Yamaha terletak pada pengembangan teknis, terutama dengan rencana memperkenalkan mesin V4 yang masih dalam tahap awal. Menurutnya, masalah mesin jauh lebih sulit diatasi dibandingkan kekurangan aerodinamika.
“Jika motornya bekerja dengan baik, Toprak tidak akan punya masalah. Tetapi jika tidak, adaptasi akan menjadi lebih sulit karena MotoGP menuntut segalanya bekerja sempurna,” tambah Bulega.
Toprak Razgatlioglu sendiri memahami besarnya tantangan tersebut. Ia tidak memasang target muluk pada musim pertamanya dan lebih fokus pada proses adaptasi, memahami karakter ban, serta dinamika balapan MotoGP yang jauh lebih kompleks dibandingkan World Superbike.
Bagi Bulega, pengalaman singkatnya menggantikan Marc Marquez di Ducati pada dua seri terakhir musim 2025 menjadi bukti bahwa transisi dari Superbike ke MotoGP bukan perkara mudah. Meski demikian, ia tetap yakin pebalap sekelas Toprak memiliki kapasitas untuk berkembang.
“Toprak adalah juara dan punya kualitas yang tidak diragukan. Semuanya akan bergantung pada paket yang diberikan Yamaha kepadanya,” tutup Bulega.








