BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pembalap Formula 1 asal Spanyol, Carlos Sainz Jr, akhirnya mengungkap alasan utama di balik keputusannya bergabung dengan Williams Racing setelah berpisah dari Ferrari. Sainz mengaku, faktor penggunaan mesin Mercedes menjadi daya tarik terbesar yang membuatnya yakin meneken kontrak dengan tim asal Inggris tersebut.
Setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Ferrari di akhir musim 2024, Sainz menjadi salah satu nama paling diburu di bursa transfer pembalap. Sejumlah tim sempat dikaitkan dengannya, termasuk Audi dan Alpine, namun ia akhirnya memilih Williams, keputusan yang sempat dianggap mengejutkan karena tim itu belum sepenuhnya kompetitif di papan atas.
Namun bagi Sainz, keputusan itu bukan langkah mundur, melainkan strategi jangka panjang.
“Ya, saya sangat yakin dengan mesin Mercedes. Itu sebenarnya salah satu alasan utama saya memilih Williams untuk menghadapi perubahan regulasi baru ini. Saya tahu kami akan menggunakan unit tenaga Mercedes, dan semua yang saya dengar tentangnya sangat positif dan masih positif hingga sekarang.” ujar Sainz, melansir Formula1, Jumat (17/10/2025).
Williams memang menjadi salah satu tim pelanggan mesin Mercedes, bersama dengan McLaren, Aston Martin, dan tim pabrikan Mercedes-AMG F1 sendiri. Mesin tersebut dikenal memiliki tenaga besar dan efisiensi tinggi, terutama dalam hal akselerasi dan reliabilitas.
Baca Juga:
Carlos Sainz: Williams Jadi Proyek Hidup untuk Kembalikan Kejayaan
Meski begitu, Sainz sadar bahwa kekuatan mesin saja tidak cukup untuk mengantarkan Williams bersaing di papan atas.
“Tentu saja, kita tidak boleh lupa bahwa Mercedes akan memiliki mesin Mercedes, McLaren akan memilikinya, Alpine akan memilikinya, dan begitu pula Williams,” ujarnya.
“Itu berarti ada delapan mobil dengan mesin yang sama, dan dua tim terutama McLaren jelas lebih unggul saat ini. Jadi, sebagus apa pun mesinnya, Anda tetap butuh sasis yang kuat,” lanjutnya.
Sainz juga menyadari bahwa kompetisi di era regulasi baru Formula 1 akan semakin ketat, dengan Aston Martin beralih ke mesin Honda dan Ferrari yang tetap menjadi ancaman abadi di setiap musim.
“Aston Martin dengan Honda akan sangat kompetitif, dan Ferrari akan selalu ada. Ferrari selalu bersaing,” pungkas pembalap berusia 31 tahun itu.
Dengan pengalaman besar dan kemampuan adaptasi yang teruji, kehadiran Sainz di Williams diprediksi akan membawa perubahan signifikan pada performa tim, terutama dalam menyongsong regulasi mesin baru Formula 1 2026.
(Budis)











