Cek Batas Aman Pakai High Heels, Jangan Terlalu Tinggi

pakai heels terlalu tinggi
(iStock)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Sepatu hak tinggi atau high heels memang bisa membuat penampilan terlihat lebih anggun dan menawan, tetapi tahukah kamu bahwa ada batas aman yang sebaiknya tidak dilampaui demi kesehatan kaki?

Terlalu sering atau terlalu lama memakai sepatu hak yang sangat tinggi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari nyeri ringan hingga kerusakan permanen pada struktur kaki dan tubuh.

Para ahli kesehatan kaki atau podiatris menyarankan agar kita lebih bijak dalam memilih sepatu. Batas aman yang disarankan adalah sekitar 3-5 cm. Lebih dari itu, risiko kesehatan akan meningkat secara signifikan.

“Memakai sepatu hak tinggi menyebabkan kaki Anda pronasi (melengkung ke dalam), yang bisa menyebabkan bunion, jari-jari kaki palu, atau plantar fasciitis,” ujar Dr. Jason Gold, ahli penyakit kaki bersertifikat.

Masalah-masalah ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga bisa memengaruhi cara berjalan dalam jangka panjang.

Mengapa Sepatu Hak Terlalu Tinggi Berbahaya?

1. Perubahan Postur Tubuh

Saat memakai sepatu hak tinggi, berat badan akan bertumpu ke bagian depan kaki. Hal ini memaksa tubuh untuk menyesuaikan diri dengan memiringkan panggul ke depan dan melengkungkan punggung bagian bawah. Postur yang tidak alami ini dapat menyebabkan nyeri punggung, leher, dan bahu.

2. Masalah pada Kaki dan Jari Kaki

Tekanan berlebih pada jari-jari kaki bisa menyebabkan bunion (benjolan di pangkal jempol kaki), mata ikan, kapalan, dan bahkan jari-jari kaki palu (jari kaki menekuk tidak normal).

Selain itu, sepatu hak tinggi seringkali memiliki ujung yang sempit, yang memperparah kondisi ini.

Baca Juga:

Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis (CKG): Deteksi Penyakit Sejak Dini

Gegara Gaya Hidup Jaman Muda, Kini Kaki Jaja Miharja Alami Arteri Kendor

3. Tendon Achilles Memendek

Pemakaian sepatu hak tinggi secara terus-menerus bisa membuat tendon Achilles (urat di belakang tumit) memendek. Ketika kembali memakai sepatu datar, tendon yang tegang ini bisa menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

4. Risiko Cedera

Semakin tinggi haknya, semakin tidak stabil posisi kakimu. Hal ini meningkatkan risiko terkilir, keseleo pergelangan kaki, atau bahkan patah tulang akibat terjatuh.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, batas aman untuk pemakaian sehari-hari adalah sepatu dengan hak setinggi 3 hingga 5 cm. Jika ingin memakai sepatu hak yang lebih tinggi untuk acara khusus, Dr. Ebonie Vincent memberikan saran.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru