JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — UFC bakal mencatat sejarah untuk pertama kalinya, oktagon akan digelar di halaman Gedung Putih, Washington D.C. pada 14 Juni mendatang, sebagai bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Sejak Presiden Donald Trump mengumumkan event tersebut, sederet nama besar langsung bermunculan ingin tampil mulai dari Jon Jones hingga Conor McGregor.
Meski wacana comeback McGregor masih diragukan banyak pihak, Michael Chandler yakin duel yang sempat gagal terealisasi pada 2024 itu akan terwujud di atas rumput Gedung Putih. Bahkan, Chandler mengusulkan ide “gila” dengan menambah sabuk khusus bertema White House.
Chandler: Saatnya Tuntaskan Duel yang Tertunda
Pertarungan Chandler vs McGregor sebenarnya sudah dipersiapkan tahun lalu setelah keduanya menjadi pelatih di ajang The Ultimate Fighter (TUF). Namun hingga akhir tahun, duel tersebut tak pernah terjadi. Cedera, persoalan jadwal, dan ketidakpastian dari pihak McGregor membuat laga itu terus tertunda.
Kini, dengan rencana UFC menggelar event monumental di Gedung Putih, Chandler melihat momentum sempurna untuk menghidupkan kembali bentrokan yang dinantikan dunia.
Chandler menyatakan ia sangat yakin pertarungan ini bakal benar-benar terwujud.
“Aku ingin bukan hanya mengalahkan Conor, tapi mendominasi secara total. Membongkar dia secara teknis, menunjukkan kelas, dan mengangkat tangan di halaman Gedung Putih,” ujar Chandler, alam wawancara dengan MMA Fighting, dikutip Senin (1/12/2025).
Bahkan, Chandler menyebut pertarungan ini sebagai salah satu impian terbesarnya.
Baca Juga:
Lupakan 2 Sabuk, Pertarungan Islam Makhachev Membosankan untuk Kelas UFC
Viral Video 20 Detik Alex Pereira Brutal Hajar Sparring Partner yang Menantangnya
Sabuk Khusus White House Edition
Walau duel potensial ini tidak melibatkan gelar resmi UFC, Chandler membuka kemungkinan hadirnya sabuk khusus untuk menandai event bersejarah tersebut.
“Tidak ada titel yang diperebutkan, tapi siapa tahu UFC membuat sabuk White House? Sabuk spesial untuk momen spesial, dan bisa jadi pajangan yang keren,” kata Chandler sambil tertawa.
Gagasan ini pun ramai dibicarakan fans. Banyak yang mendukung ide sabuk edisi spesial, namun tak sedikit pula yang mengejeknya.
Unggahan serta komentar mengenai sabuk “White House Belt” memancing reaksi beragam dari komunitas MMA.
“Final boss dari semua sabuk gimmick.”
“Title fight pertama yang dua-duanya sedang dalam tren kalah.”
“Mirip WWE, bukan UFC.”
“Tolong hentikan, ini makin aneh.”
Meski begitu, sebagian fans tetap menilai duel Chandler vs McGregor masih merupakan salah satu laga paling besar secara komersial, terlepas dari status kompetitif keduanya.
McGregor Masih Tanda Tanya, Tapi Animo Tak Pernah Redup
Conor McGregor belum tampil sejak derbi panas melawan Dustin Poirier pada 2021 yang berakhir dengan patah kaki. Setiap kali isu comeback muncul, skeptisisme fans juga ikut muncul terutama karena beberapa pengumuman duel sebelumnya selalu batal.
Namun UFC dikenal memiliki kemampuan menggarap event historis dengan gebrakan besar. Apalagi, pertarungan di Gedung Putih jelas membutuhkan daya tarik bertaraf global. Nama McGregor adalah magnet terbesar yang bisa mereka hadirkan.
Jika McGregor benar-benar kembali, duel ini bisa menjadi salah satu momentum terbesar dalam sejarah UFC modern.
White House Fight Night Bisa Jadi Event Ikonik
Pertarungan di Gedung Putih jelas bukan event biasa. Ini akan menjadi simbol kedekatan pemerintahan Amerika dengan dunia olahraga tempur, sekaligus memperkenalkan UFC ke panggung internasional dalam bentuk yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Dengan setting politik, sejarah, hingga euforia 250 tahun kemerdekaan AS, event ini hampir pasti akan melampaui sekadar pertarungan MMA — melainkan menjadi spektakel budaya pop.










