BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan dana kompensasi sebesar Rp6,9 miliar bagi sekitar 3.000 sopir angkot, tukang becak, dan kusir delman yang diliburkan sementara selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Kebijakan ini diambil untuk mengurangi potensi kemacetan di jalur-jalur utama mudik yang selama ini menjadi titik kepadatan lalu lintas.
“Rp6,9 miliar untuk 3.000 penerima manfaat se Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi usai mengikuti apel pasukan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Polda Jawa Barat, Kamis (12/3/2026).
Angkot hingga Delman Diliburkan Dua Pekan
Menurut Dedi, para pengemudi yang menerima kompensasi tersebut berasal dari sejumlah daerah yang berada di jalur utama mudik di wilayah Jawa Barat.
Beberapa daerah yang menjadi sasaran kebijakan ini antara lain:
- Garut
- Cirebon
- Subang
- Bogor
- Cianjur
- Padalarang
- Lembang
- Bandung
Para sopir angkot, delman, dan becak tersebut akan diliburkan selama dua pekan, yakni satu minggu sebelum Lebaran dan satu minggu setelah Lebaran.
“Jadi ada yang sebelum Lebaran, ada yang sesudah Lebaran,” ujar Dedi.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan potensi kemacetan selama lonjakan arus kendaraan mudik dan balik.
Kompensasi Mulai Didistribusikan
Dedi memastikan bahwa dana kompensasi untuk para pengemudi tersebut mulai didistribusikan sejak Kamis malam hingga Jumat (13/3/2026).
“Uangnya sudah terdistribusi malam ini dan besok selesai semuanya,” katanya.
Selain jalur mudik, Pemprov Jawa Barat juga tengah mempertimbangkan kebijakan serupa bagi pengemudi angkutan di kawasan wisata setelah Lebaran.
Sejumlah wilayah wisata yang berpotensi diberlakukan kebijakan tersebut antara lain:
- Lembang, Kabupaten Bandung Barat
- Puncak Bogor
- Padalarang
Baca Juga:
3.000 Warga Ikut Mudik Gratis Pemprov Jabar 2026, Wagub Erwan: Utamakan Keselamatan Penumpang
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Diduga Dikeroyok, Pihak Sekolah Buka Suara
Operasi Ketupat Lodaya Dimulai
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menyatakan bahwa kepolisian telah resmi menggelar operasi pengamanan Lebaran melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Operasi ini mulai dilaksanakan sejak Jumat (13/3/2026) pukul 00.00 WIB dan akan berlangsung hingga 25 Maret 2026.
“Operasi Ketupat Lodaya 2026 ini mengedepankan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Artinya semua masyarakat yang melaksanakan mudik harus aman,” kata Rudi.
Ia menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur lalu lintas, tetapi juga mencakup tempat ibadah, kawasan wisata, serta potensi bencana yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan pemudik.
Dedi Mulyadi juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran arus mudik dan keselamatan bersama.
(Dist)











