BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Denny Sumargo akhirnya buka suara soal kabar dirinya bertemu Ahmad Sahroni sebelum rumah politikus NasDem itu digeruduk massa.
Pengakuan tersebut disampaikan Densu dalam kontennya, CURHAT BANG, serta lewat Instagram Story pada Sabtu (20/9/2025).
Klarifikasi Soal Isu Kabur ke Singapura
Isu Ahmad Sahroni kabur ke Singapura pertama kali mencuat lewat unggahan Ferry Irwandi pada 29 Agustus 2025, sehari setelah tragedi tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan, yang dilindas mobil Brimob.
Peristiwa tersebut memicu gelombang demonstrasi besar dan menyeret nama Ahmad Sahroni sebagai pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Namun, Denny Sumargo menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
“Memang benar, kalau saya nggak salah, pada tanggal 30 Agustus sebelum rumah Ahmad Sahroni dijarah, itu saya tanggal 29-nya sore memang bertemu Ahmad Sahroni di rumahnya,” kata Densu.
Menurut Denny, Sahroni justru menyambut baik kedatangannya meski mereka belum pernah saling mengenal.
“Ternyata pada saat itu beliau ada di rumah. Dan dia baru dari Singapura kalo nggak salah keterangannya. Tapi dia nggak lari ke luar negeri,” tegasnya.
Baca Juga:
Denny Sumargo Ikut Aksi Demo DPR: Kita Bangsa yang Beradab
Survei LSI Denny JA Mayoritas Tak Percaya Isu Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Siapa yang Yakin?
Klarifikasi dan Minta Maaf
Dalam kesempatan itu, Densu sempat memberi saran kepada Sahroni agar meredam suasana panas dengan meminta maaf kepada publik.
“Saya menyarankan kepada beliau untuk muncul ke depan publik, melakukan klarifikasi dan permintaan maaf. Saran saya sepertinya tidak menjadi masalah saat itu,” ujarnya.
Sayangnya, sehari setelah kunjungan Densu, rumah Ahmad Sahroni tetap dijarah massa. Meski begitu, ia memastikan Sahroni masih berada di rumah pada 30 Agustus 2025.
“Tapi apakah setelah tanggal 30 Agustus itu beliau kabur ke luar negeri atau tidak, saya tidak tahu. Biarkan nanti beliau sendiri yang menjelaskan,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, hampir sebulan pasca demo besar, Ahmad Sahroni belum muncul di hadapan publik. Politikus yang sempat menyebut pendemo sebagai ‘to**l’ itu kini diketahui sudah dinonaktifkan sebagai anggota DPR oleh partainya, NasDem.
(Hafidah Rismayanti/Budis)











