BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di lereng perbukitan perbatasan Baturraden dan Kedungbanteng, sebuah desa tenang bernama Melung kini menjelma destinasi unggulan nasional. Predikat Juara I Desa Wisata Nusantara 2025 menjadi bukti bahwa pariwisata berbasis alam dan masyarakat masih memiliki tempat istimewa di hati wisatawan.
Desa Wisata Melung menawarkan pengalaman berlibur yang jauh dari keramaian kota. Hamparan sawah berundak, udara pegunungan yang sejuk, serta ritme hidup warga yang sederhana menjadi sajian utama bagi pengunjung yang ingin “melambatkan waktu”.
Salah satu ikon desa ini adalah Wisata Alam Pagubugan, kawasan persawahan dengan lanskap terbuka khas Banyumas. Daya tarik uniknya terletak pada kolam renang alami di tengah sawah, yang airnya dialirkan langsung dari mata air pegunungan. Pengunjung bisa berenang sambil memandangi petani yang beraktivitas di pematang sawah, sebuah pengalaman langka yang jarang ditemukan di destinasi lain.
Usai bermain air, wisatawan dapat berjalan santai menuju warung-warung kecil di sekitar sawah. Mendoan hangat, kopi panas, dan obrolan ringan dengan warga menjadi bagian tak terpisahkan dari kunjungan ke Melung.
Menariknya, semua pengalaman tersebut bisa dinikmati dengan biaya yang sangat terjangkau. Tiket masuk Wisata Pagubugan Melung hanya dibanderol Rp 10.000 per orang. Bagi pencinta alam yang ingin bermalam, tersedia opsi kemah mandiri seharga Rp 15.000 per orang, atau paket camping lengkap senilai Rp 83.000 per orang yang sudah termasuk tenda, api unggun, dan tiket masuk.
Baca Juga:
Desa Wisata Sanankerto Malang, Pesona Hutan Bambu dan Wisata Edukatif Keluarga
Tak hanya wisata alam, Desa Wisata Melung juga mengembangkan berbagai paket wisata tematik. Mulai dari outbound, trekking, pelatihan UMKM, hingga live in bersama warga desa, semuanya dirancang untuk melibatkan pengunjung langsung dalam kehidupan lokal. Harga paket berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per orang, dengan fasilitas yang lengkap, termasuk makan, pemandu, hingga edukasi budaya dan hasil bumi.
Bagi wisatawan yang ingin tinggal lebih lama, Melung menyediakan homestay warga dengan tarif mulai Rp 70.000 per malam per orang, memperkuat konsep pariwisata berbasis masyarakat.
Secara lokasi, Desa Wisata Melung berada di Jalan Melung Nomor 50–51, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Aksesnya relatif mudah, sekitar 30 menit berkendara dari Stasiun Purwokerto, menjadikannya favorit wisatawan dari Jakarta dan kota besar lainnya.
Keberhasilan Melung meraih gelar tertinggi Desa Wisata Nusantara bukanlah proses instan. Desa ini secara konsisten menembus jajaran final sejak 2023, hingga akhirnya menjadi juara pada 2025. Penilaian mencakup legalitas desa wisata, pengelolaan BUMDes, keterlibatan UMKM, pemilik homestay, serta pelestarian seni dan budaya lokal, semuanya dijalankan oleh warga desa sendiri.
Desa Wisata Melung membuktikan bahwa kesederhanaan, partisipasi warga, dan kearifan lokal bisa menjadi kekuatan besar untuk bersaing di tingkat nasional, sekaligus menghadirkan wisata yang ramah, edukatif, dan berkelanjutan.










