BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Jiri Prochazka kembali menempatkan dirinya di pusat persaingan gelar kelas berat ringan UFC. Dua kemenangan KO beruntun pada 2025 membuat petarung asal Republik Ceko itu menilai tak ada alasan baginya untuk menunggu lebih lama demi perebutan sabuk juara.
Prochazka saat ini berstatus sebagai penantang teratas kelas berat ringan, sejajar dengan Magomed Ankalaev dalam peringkat UFC. Terakhir, ia tampil dominan dengan meng-KO Khalil Rountree Jr. pada ronde ketiga di UFC 320, menyusul kemenangan KO atas Jamahal Hill sebelumnya.
Rangkaian hasil tersebut menjadi dasar keyakinan petarung berjuluk Denisa bahwa dirinya layak kembali tampil di laga perebutan gelar, meski rekam jejaknya menyimpan dua kekalahan pahit dari sang juara bertahan, Alex Pereira.
Prochazka dua kali tumbang lewat KO dari Pereira di UFC 295 dan UFC 303. Namun, hasil itu tak membuatnya mengendurkan ambisi.
“Saya tidak peduli siapa lawannya. Saya merasa sekarang berada di posisi yang tepat untuk memperebutkan sabuk juara,” kata Prochazka, dikutip dari Essentially Sports, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga:
Bukan Sekadar Hiburan, UFC Gedung Putih Jadi Panggung Politik Trump?
Situasi semakin rumit karena UFC juga harus mempertimbangkan langkah Pereira berikutnya. Juara bertahan kelas berat ringan itu belum lama ini secara terbuka mengisyaratkan keinginan naik ke kelas berat untuk menantang Jon Jones, sebuah manuver yang berpotensi mengosongkan atau menunda agenda perebutan sabuk di kelas 205 pon.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Prochazka membuka opsi alternatif. Ia mengaku siap turun ke kelas menengah (185 pon) apabila peluang perebutan sabuk di kelas berat ringan tak kunjung datang.
“Menurunkan berat badan bukan masalah bagi saya. Saya yakin bisa bertarung di kelas menengah dengan kondisi fisik saya,” ujar mantan juara UFC itu.
Meski demikian, prioritas Prochazka tetap satu: merebut kembali sabuk kelas berat ringan yang pernah ia raih pada UFC 275 dan membawanya pulang ke Republik Ceko.
“Saya percaya bisa melakukannya, tetapi semuanya tergantung situasi. Target utama saya tetap gelar kelas berat ringan,” tegasnya.
Hingga kini, UFC belum mengumumkan jadwal pertarungan berikutnya untuk Prochazka. Dengan Pereira mempertimbangkan naik kelas dan persaingan ketat di papan atas, promotor tampaknya masih dihadapkan pada dilema besar dalam menentukan arah perebutan gelar selanjutnya.
(Budis)











