JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Juara dunia welterweight UFC, Islam Makhachev, tak lagi bersembunyi di balik diplomasi. Sang penguasa baru divisi 170 lb itu sudah mengunci satu nama untuk pertahanan gelar pertamanya. Meski banyak opsi menggoda terbuka lebar, Makhachev tetap konsisten dengan pilihannya dan tak tergoyahkan oleh suara publik.
Di balik layar, dinamika penjadwalan laga ternyata ikut memengaruhi peta persaingan. Tawaran UFC agar Makhachev bertarung pada Januari disebut sempat ditolak oleh Khabib Nurmagomedov. Legenda MMA itu tak ingin timnya tampil dalam beberapa laga besar di satu malam yang sama, keputusan strategis yang membuat jadwal Makhachev sedikit bergeser.
Naik Kelas, Tantangan Ikut Membesar
Setelah mendominasi divisi lightweight, kepindahan Islam Makhachev ke welterweight otomatis membuka banyak potensi duel kelas atas. Nama-nama besar langsung masuk radar, menciptakan perdebatan panas di kalangan fans dan pengamat.
Sebagian besar penggemar bahkan sempat memilih Ilia Topuria sebagai penantang berikutnya. Namun seiring waktu, beberapa nama populer perlahan tersingkir dari perbincangan. Situasi ini membuat persaingan menuju sabuk semakin mengerucut, meski tetap penuh intrik.
Usman Tetap di Puncak Daftar
Makhachev kembali menegaskan bahwa Kamaru Usman adalah sosok yang ingin ia hadapi dalam pertahanan gelar perdananya. Pernyataan itu memperkuat sinyal yang sudah lebih dulu beredar.
Manajer Makhachev mengungkapkan bahwa ketika UFC menghubungi pihak mereka terkait kemungkinan laga Januari, dua nama yang dibahas adalah Usman dan Ian Machado Garry. Nama Shavkat Rakhmonov tak masuk daftar karena dinilai terlalu lama absen dari persaingan aktif.
Dengan kondisi tersebut, peta perebutan gelar masih menyisakan beberapa kandidat. Namun tak sedikit pihak yang menilai bahwa secara prestasi terkini, Michael Morales adalah petarung paling layak mendapatkan kesempatan emas itu.
Baca Juga:
McGregor Incar Sabuk Welter UFC Islam Makhachev, Targetkan Triple Crown!
Michael Morales: Layak, Tapi Harus Menunggu?
Dari seluruh petarung welterweight yang meraih kemenangan baru-baru ini, performa Morales dianggap paling mencolok. Petarung tak terkalahkan itu tampil brutal dengan menghentikan Sean Brady di ronde pertama, tepat di malam ketika gelar welterweight berganti tangan.
Meski begitu, jalan Morales menuju perebutan sabuk tampaknya belum terbuka dalam waktu dekat. Dalam wawancara bersama El Canal del Futbol, petarung berusia 26 tahun itu mengungkapkan bahwa komunikasi yang ia terima justru mengarah ke duel lain.
Morales menyebut bahwa lawan berikutnya berpotensi adalah Jack Della Maddalena, mantan juara yang baru saja kehilangan sabuknya. Pertarungan tersebut disebut-sebut bisa digelar pada pertengahan Juni, kemungkinan besar di ajang UFC White House atau sekitar periode tersebut.
Antrean Panjang di Divisi Paling Panas
Situasi ini menegaskan satu hal: divisi welterweight UFC kini berada dalam kondisi paling kompetitif. Nama besar belum tentu jadi prioritas, performa impresif belum tentu langsung berbuah title shot.
Sementara Makhachev fokus mengamankan pertahanan gelar sesuai pilihannya, para kontender harus saling sikut demi tetap relevan. Morales bersiap menyambut laga besar, Della Maddalena mencari jalan kembali ke puncak, dan Usman menunggu momen pembuktian terakhirnya.
Di tengah ketidakpastian itu, satu pesan sudah jelas: sabuk welterweight kini berada di tangan petarung yang tak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cermat membaca peta kekuasaan.











