BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Selama beberapa musim terakhir, MotoGP seolah berjalan di bawah satu warna merah Ducati. Pabrikan asal Bologna itu mendikte ritme kompetisi dengan keunggulan teknis dan kedalaman armada yang sulit ditandingi. Namun, di balik dominasi itu, muncul satu kekuatan baru yang semakin percaya diri menantang, yakni Aprilia.
Musim 2025 menjadi titik balik bagi pabrikan Noale. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi “tim kejutan” di beberapa seri, kini Aprilia tampil konsisten sebagai penghuni papan atas. Berkat performa solid Raul Fernandez dan rentetan hasil impresif, termasuk podium penting di Mandalika dan kemenangan gemilang di Phillip Island, Aprilia resmi keluar dari bayang-bayang Ducati.
Bos Trackhouse, Davide Brivio, yang memimpin tim satelit Aprilia di MotoGP, menilai kemajuan RS-GP 2025 merupakan hasil dari evolusi teknik yang matang dan arah pengembangan yang jelas.
“Menurut saya, tentu saja mungkin menantang Ducati. Mereka masih unggul, tapi Aprilia sudah mendekat. Kami menunjukkan potensi nyata di banyak trek,” ujar Brivio, melansir Motorsport, Jumat (7/11/2025).
Kehadiran Fabiano Sterlacchini, eks insinyur kunci Ducati, menjadi titik perubahan besar. Di bawah arahannya, Aprilia menggabungkan karakter khas RS-GP yang lincah dengan peningkatan signifikan dalam hal aerodinamika, traksi, dan efisiensi mesin.
Tidak semua sirkuit cocok dengan karakter motor Aprilia, namun ketika paket RS-GP berada di “sweet spot”-nya, mereka kini mampu menjadi ancaman serius bagi siapa pun, bahkan Ducati sekalipun.
“Kami punya insinyur hebat, dan fondasi teknik kami semakin kuat. Saat semua elemen berpadu, kami bisa menekan Ducati di lintasan,” tambah Brivio.
Baca Juga:
Aprilia Fokus Jinakkan RS-GP untuk MotoGP 2025
Konsistensi Aprilia membuat mereka kini menempati posisi kedua di klasemen pabrikan, unggul atas KTM dan Yamaha. Hasil ini bisa menjadi capaian terbaik dalam sejarah modern Aprilia di MotoGP. Lebih dari sekadar statistik, ini adalah sinyal bahwa dominasi Ducati mulai mendapat tekanan serius.
Musim 2026 pun diprediksi akan menjadi babak baru yang sangat menarik. Ducati masih menjadi patokan, tetapi Aprilia kini berada di posisi terbaik untuk menggusurnya. Sementara itu, Yamaha tengah menyiapkan mesin V4 baru, dan Honda perlahan bangkit dengan proyek besar mereka.
Brivio menyebut 2026 sebagai “tahun aneh”, masa transisi menuju regulasi mesin 850cc yang akan berlaku pada 2027. Perubahan besar itu diyakini akan mengguncang peta kekuatan. Namun sebelum era baru tiba, Aprilia tampaknya siap menggunakan momentum ini untuk menantang dominasi yang selama ini tampak tak tergoyahkan.
“Ducati tetap pabrikan yang harus dikalahkan. Tapi kami percaya Aprilia kini menjadi penantang sejati,” pungkas Brivio.
(Budis)











