BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Euis Ida Wartiah, memberikan tanggapannya terkait fenomena perayaan Hari Valentine yang kerap diperingati setiap tanggal 14 Februari. Legislator dari Fraksi Golkar ini menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk tidak terjebak dalam perayaan yang bersifat seremonial belaka, melainkan mengarahkannya pada nilai-nilai kasih sayang yang lebih luas dan produktif.
Euis menyatakan bahwa pada dasarnya ekspresi kasih sayang adalah hal yang positif, namun ia mengingatkan agar norma-norma agama dan budaya ketimuran tetap dijunjung tinggi oleh masyarakat, khususnya warga Jawa Barat.
Menghindari Euforia Berlebihan
Menurut Euis, momentum ini sebaiknya tidak dirayakan dengan euforia yang berlebihan atau mengarah pada hal-hal yang negatif. Ia menyoroti pentingnya peran orang tua dan lingkungan pendidikan dalam mengawasi pergaulan remaja.
“Kasih sayang itu universal, tidak harus disempitkan hanya pada satu hari. Yang paling penting adalah bagaimana para remaja kita menunjukkan kasih sayang tersebut melalui rasa hormat kepada orang tua, guru, dan sesama dengan cara-cara yang santun,” ujar Euis saat ditemui di Bandung.
Fokus pada Pembangunan Karakter
Lebih lanjut, Euis yang juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan ini mendorong agar para pemuda di Jawa Barat lebih fokus pada pengembangan diri dan kontribusi sosial. Menurutnya, tantangan zaman sekarang menuntut anak muda untuk memiliki karakter yang kuat dan kreatif.
Beberapa poin utama yang ditekankan oleh Euis Ida Wartiah antara lain:
- Literasi Budaya: Memahami batasan budaya agar tidak sekadar ikut-ikutan tren global tanpa filter.
- Aksi Sosial: Mengubah momentum “hari kasih sayang” menjadi gerakan berbagi kepada yang membutuhkan atau kerja bakti lingkungan.
- Penguatan Peran Keluarga: Menjadikan keluarga sebagai wadah utama dalam menyalurkan ekspresi kasih sayang yang tulus.
Harapan untuk Masa Depan
Menutup komentarnya, Euis berharap agar perayaan-perayaan semacam ini tidak menjadi pemicu degradasi moral. Sebaliknya, ia ingin melihat anak muda Jawa Barat dikenal karena prestasi dan kepedulian sosialnya yang tinggi.
“Kita ingin mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan memiliki empati yang tinggi. Jika ingin menunjukkan kasih sayang, tunjukkanlah dengan karya dan prestasi yang membanggakan Jawa Barat,” pungkasnya.











