Fakta Foto Viral Santriwati Magetan yang Membawa Airsoft Gun

santriwati magetan
(Walpaper flare)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Beredar foto santriwati yang sedang mengangkat senjata laras panjang yang sedang beredar di media sosial. Terlihat santriwati tersebut sedang menggunakan seragam berwarna merah, rok panjang, dan kerudung biru.

Terlihat mereka sedang berbaris sambil menenteng senjata yang diduga merupakan airsoft gun. Nama presiden Jokowi, Menkopolhukam Mahfud MD dan Menteri Agama Yaqut juga sempat terseret sebelum foto tersebut viral. Berikut merupakan fakta airsoft gun santriwati magetan yang sedang viral.

Berawal dari Twitter

Video santriwati magetan yang membawa airsoft gun tersebut viral  di twitter melalui unggahan akun @tengkorak_maut. Akun tersebut memperlihatkan empat santri perempuan yang sedang membawa senjata airsoft gun lengkap memakai rompi hitam.

Jokowi dan Mahfud Disebut

Setelah memperlihatkan santriwati magetan tersebut, akun tersebut menyebut nama Yaqut Cholil Qoumas, Menkopolhukam Mahfud MD hingga Presiden Jokowi.

Klarifikasi Ponpes

Ketua Harian Yayasan ponpes Baitul Qur’an Al Jahra Magetan, mengakui jika foto santriwati magetan yang sedang viral tersebut terdapat di pondoknya. Menurutnya foto tersebut merupakan simulasi ekstrakulikuler yang tampil dalam rangka MPLS yang dilakukan dua pekan lalu.

Biaya Ekskul per Bulan

Dalam unggahan di akun instagram, ponpes tersebut juga mengunggah proposal penawaran ekskul PT Airsoft Pelajar Indonesia. Maksud dan tujuan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air melalui Bela Negara yang ada di olahraga airsoft gun.

Biaya untuk kegiatan tersebut sekitar 400 ribu per bulannya. Dilakukan selama empat kali pertemuan atau mengikuti standar pembiayaan dari sekolah terkait.

Ponpes Meminta Maaf dan Menghentikan Ekskul

Isgianto juga menyampaikan permohonan maaf karena foto santriwati magetan tersebut membuat resah masyarakat. Karena kejadian tersebut, pihaknya tidak akan melanjutkan lagi kegiatan tersebut menjadi ekskul. Hal tersebut dia putuskan setelah dikaji dan mendapat saran dari berbagai pihak.

BACA JUGA: Menparekraf: Santri Bisa Menjadi Penggerak Konten Islam Bermutu

Menerima Panggilan dari Polda Jatim 

Kapolda Jatim mengatakan akan memanggil pihak penyelenggara pelatihan airsoft  gun yang ada di Ponpes Baitul Qur’an Magetan, Jawa Timur. Kepala Bidang Humas Polda Jatim yaitu Komisaris Besar Dirmanto mengatakan jika pemanggilan ini tujuannya untuk meminta keterangan penyelenggara pelatihan terkait dengan izin penggunaan airsoft gun.

 

(Kaje/Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru