BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Musisi legendaris Fariz Rustam Munaf atau yang lebih dikenal sebagai Fariz RM kembali ke kehidupan bebas setelah menyelesaikan masa tahanannya pada 15 Februari 2026, menyusul hukuman penjara yang dijalani terkait kasus narkoba. Kebebasan ini menjadi titik balik penting bagi pria berusia 67 tahun itu, yang tak hanya menggelar syukuran sebagai wujud syukur, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk hijrah dan memulai babak baru di dunia musik.
Kabar kebebasan Fariz RM disampaikan secara resmi oleh kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, saat ditemui awak media. “Jadi, saya mewakili Bang Fariz RM. Jadi kalau pertanyaannya kapan bebas, tepatnya tanggal 15 Februari 2026 sudah keluar dari lapas. Jadi sudah bebas sejak tanggal 15 Februari 2026,” ujar Deolipa.
Sebagai bentuk syukur atas kebebasan tersebut, Fariz RM menggelar acara syukuran sederhana bersama anak yatim yang juga dilengkapi kegiatan buka puasa bersama. Acara ini dimaksudkan sebagai selebrasi sekaligus refleksi atas fase baru dalam hidupnya setelah melewati masa penahanan.
Dalam acara itu ia menyampaikan pesan ketenangan dan optimisme. Fariz RM mengatakan bahwa masa-masa sulit yang dialaminya kini sudah berlalu dan saatnya memandang masa depan dengan semangat baru. “Alhamdulillah masa itu sudah berlalu, sekarang masanya untuk masa depan,” ucapnya.
Baca Juga:
Fariz RM: Rentetan Kasus Narkoba Hingga Terseret Dugaan Peledakan Bom Asrama
Rehabilitasi Ditolak, Fariz RM Divonis 10 Bulan Penjara Kasus Sabu
Salah satu perubahan signifikan yang diambil Fariz RM pascapembebasan adalah keputusan untuk menghindari penggunaan ponsel dan media sosial demi menjaga ketenangan batin. Ia menyatakan bahwa hidup tanpa ponsel justru memberinya kedamaian yang selama ini sulit dirasakan. “Makanya main musiknya terus, tapi tidak lagi bersentuhan dengan publik, tidak lagi bersentuhan dengan social media dan segala macam. Bahkan tidak lagi bersentuhan dengan handphone. Saya tidak lagi pakai handphone,” kata Fariz RM.
Keputusan ini dianggapnya sebagai bagian dari proses hijrah dan perubahan diri setelah melalui pengalaman berat dalam hidupnya. Fariz melihat langkah menjauhi gawai dan hiruk-pikuk digital bukan sekadar perubahan gaya hidup, tetapi bentuk nyata dari tumbuh secara spiritual dan menjaga fokus pada hal-hal yang bermakna.
Komitmen Fariz RM untuk terus berkarya juga menjadi sorotan penting. Ia menegaskan bahwa sebagai musisi, ia tidak mengenal kata pensiun. Meski tidak lagi bersentuhan langsung dengan publik dalam hal digital, ia berencana tetap aktif di panggung dan bermusik, menjalankan aktivitas yang membuatnya merasa puas secara kreatif. Fariz menyampaikan bahwa musik tetap menjadi jalan hidupnya dan ia bertekad untuk terus berkarya dalam kapasitas yang lebih tenang dan bermakna.
Selama acara syukuran itu, dukungan moral juga datang dari rekan-rekan sesama musisi yang hadir, mencerminkan hubungan kuat Fariz RM dengan komunitas musik Indonesia. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap perjalanan hidup dan kariernya yang berkelanjutan.
Dalam konteks personal, syukuran itu juga menandai fase refleksi dan pembaharuan. Fariz RM menjadikan momen tersebut sebagai momentum bagi dirinya untuk menata kembali prioritas hidupnya, terutama dalam hal relasi dengan keluarga, sahabat, serta komunitas musik yang selama ini mendukungnya.
Kebebasan Fariz RM menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang musisi yang tak hanya melihat karier dari sisi profesional, tetapi juga sebagai proses kehidupan yang penuh liku. Dukungan dan perhatian publik pun terus mengalir, baik dari para penggemar setianya maupun generasi baru yang mengenal karya musiknya.
Melihat semangat baru yang ia tunjukkan, Fariz RM dipastikan akan terus menjadi figur inspiratif di dunia hiburan Indonesia, bukan hanya sebagai musisi legendaris, tetapi juga sebagai sosok yang mampu mengubah pengalaman sulit menjadi pembelajaran hidup serta karya baru yang mendalam.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Anggia Ananda Safitri)










