BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Aroma sedap dan semangat kreativitas berpadu di Taman Dewi Sartika, tempat digelarnya Festival Baso Juara 2025, yang berlangsung selama tiga hari, 3–5 Oktober 2025.
Ajang kuliner tahunan ini bukan sekadar pesta rasa, tetapi juga wujud nyata penguatan ekonomi kreatif berbasis kuliner dan upaya mempertegas citra Bandung sebagai Kota Festival.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menegaskan festival ini menjadi simbol kolaborasi antara kreativitas warga dan dukungan penuh pemerintah kota.
“Festival Baso Juara sejalan dengan visi Pak Wali Kota yang ingin menjadikan Bandung sebagai City of Festival. Kreativitas masyarakat, khususnya di bidang kuliner, terus kami dorong sebagai bagian dari subsektor ekonomi kreatif,” kata Adi, Sabtu (4/10/2025).
Baca Juga:
Ribuan Remaja di Karawang Alami Anemia Akibat Keseringan Makan Baso dan Seblak
Melalui Hayu Ngabaso, Sonny Salimi Serap Aspirasi Warga Kota Bandung
Menurutnya, festival yang telah menjadi agenda tahunan resmi Calendar of Events Kota Bandung ini memberikan dampak positif di berbagai aspek. Mulai dari membuka ruang bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk berinovasi, memperluas jejaring bisnis, hingga memperkuat posisi Bandung sebagai surga kuliner nasional.
“Kota Bandung sudah lama dikenal dengan kulinernya yang khas dan kreatif. Festival ini menjadi ajang pembuktian sekaligus sarana promosi bagi para pelaku usaha untuk menunjukkan keunggulan mereka,” ucapnya.
Dari sisi pariwisata, Festival Baso Juara 2025 juga terbukti menjadi magnet bagi wisatawan. Disbudpar telah melakukan berbagai langkah promosi baik secara digital maupun kolaborasi dengan komunitas dan pelaku pariwisata agar acara ini menjangkau lebih banyak pengunjung termasuk dari luar kota.
“Karena bertepatan dengan akhir pekan, pengunjungnya selalu ramai. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kuliner memang menjadi daya tarik utama pariwisata Bandung,” ujarnya
Festival yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-7 sejak pertama digelar pada 2018 itu sempat vakum dua tahun akibat pandemi, namun tetap mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Bahkan, kata Adi, Wali Kota Bandung telah memberikan arahan agar penyelenggaraan tahun depan dapat digelar di Plaza Balai Kota, dengan area yang lebih luas dan strategis.
Tahun ini, sekitar 40 tenant kuliner ikut ambil bagian dalam festival, menampilkan berbagai kreasi baso unik khas Bandung dan inovasi kuliner kekinian.
Disbudpar pun berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan di masa mendatang, termasuk dalam hal promosi, fasilitas pengunjung, dan kolaborasi lintas sektor.
Selain Festival Baso Juara, Kota Bandung juga tengah menyiapkan Asia Africa Festival 2025, yang akan tersebar di empat zona kota yakni barat, timur, selatan, dan utara. Ajang ini akan menghadirkan perpaduan antara kuliner, fashion, dan seni budaya sebagai penutup rangkaian besar perayaan akhir tahun.
“Bagi para pelaku kuliner Bandung, jangan berhenti berkreasi. Pemerintah hadir untuk mendukung agar potensi kuliner Bandung terus tumbuh dan menjadi ikon wisata dunia,” pungkasnya.
Dengan semangat inovasi dan dukungan masyarakat, Bandung semakin mantap meneguhkan diri sebagai kota kreatif dunia tempat di mana rasa, budaya, dan ide berpadu menjadi satu.
(Kyy/_Usk)











