BOGOR, TEROPONGMEDIA.ID – Ancaman longsor yang membayangi warga Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor memicu reaksi dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraenidini.
Melihat kondisi geografis yang kritis, Fetty mendesak pemerintah untuk tidak menunda lagi pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) darurat demi melindungi nyawa masyarakat.
Dalam tinjauan lapangannya, politisi dari Fraksi Golkar ini menemukan titik-titik rawan yang sangat dekat dengan pemukiman warga. Ia menilai, cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi di Kota Bogor menjadikan wilayah Paledang seperti “bom waktu” jika tidak segera ditangani secara teknis.
“Ini bukan lagi soal estetika kota, tapi soal keselamatan nyawa manusia. Saya instruksikan agar instansi terkait segera menurunkan tim untuk membangun TPT darurat. Kita tidak boleh menunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegas Fetty dengan nada bicara serius.
Legislator Komisi V ini juga menyoroti lambatnya respon birokrasi dalam menangani titik rawan bencana di pemukiman padat. Menurutnya, koordinasi antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus dilakukan secara kilat melalui skema anggaran belanja tidak terduga (BTT) jika diperlukan.
“Warga Paledang setiap malam tidak tenang jika hujan turun. Rasa aman adalah hak mereka. Saya akan mengawal langsung komunikasi ke tingkat provinsi agar bantuan logistik penanganan tebing ini segera terealisasi,” tambahnya.
Selain menuntut aksi fisik pembangunan TPT, Fetty juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan proaktif melakukan mitigasi mandiri. Ia berharap kolaborasi antara keberanian warga melapor dan ketangkasan pemerintah dalam mengeksekusi pembangunan dapat meminimalisir risiko bencana di jantung Kota Bogor tersebut.
“Pembangunan infrastruktur di daerah rawan bencana harus jadi prioritas utama dalam serapan anggaran tahun ini. Paledang adalah prioritas kita hari ini,” pungkasnya.











